Pemuka Agama Diminta Berperan Aktif Cegah Kekerasan Perempuan dan TPPO
- 10 Jun 2026 09:17 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Tangerang – Guru ngaji, ustaz,, ustazah, dan para pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) diminta untuk ikut berperan aktif dalam mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
"Kami mohon sekali lagi bantuannya kepada para guru ngaji, ustad, ustadzah dan pengelola pondok pesantren, mari kita bergandeng tangan cegah pelanggaran pidana. Jangan pernah lelah dan letih untuk terus mengedukasi masyarakat," kata Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid saat membuka acara sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan TPPO, Selasa, 9 Juni 2026.
Dia menegaskan, tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang bukan hanya tindak pidana atau pelanggaran hukum semata tapi juga merupakan tragedi kemanusiaan yang mencederai norma-norma.
"Kalau ada kejadian seperti ini, bukan urusan pidana atau hukum saja. Persoalan kekerasan ini bukan sekadar pelanggaran hukum pidana, melainkan sebuah tragedi kemanusiaan yang mencederai norma-norma agama," ujarnya.
Bupati menyebut, tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) harus menjadi perhatian karena setiap tahunnya mengalami kenaikan. Pemuka agama sebagai salah satu garda terdepan pembinaan umat, diharapkan mampu memberikan sumbangsihnya nyata mengatasi berbagai tindakan KDRT yang dapat menghancurkan masa depan generasi penerus.
"Saya minta para guru ngaji, kiai, ustaz, ustazah dan pimpinan pondok pesantren bisa terus memberikan edukasi mengenai keharmonisan rumah tangga, tanggung jawab suami-istri, serta pola asuh yang disisipkan dalam setiap ceramahnya," ucap Maesyal.
Dia juga terus mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menguatkan sinergitas dan kolaborasi dengan berbagai pihak lintas sektor dalam rangka mendukung pemberdayaan lingkungan pesantren untuk aktivitas bina usaha bagi para santri
"Nanti kalau ada tanah di Ponpes yang enggak dipakai, kami akan bantu upayakan melalui dinas DP3A atau dinas terkait lainnya untuk bisa ditanamin holtikultura atau juga ditanamin palawija atau bikin bioflok kolam ikan supaya ada kesibukan bagi santri dan guru ngaji dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....