Musim Paceklik, Pendapatan Nelayan Tradisional di Pandeglang Anjlok

  • 06 Jul 2026 21:03 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Musim paceklik yang melanda wilayah pesisir selatan Kabupaten Pandeglang, Banten, mulai memberikan dampak serius terhadap kondisi ekonomi ratusan nelayan tradisional. Penurunan hasil tangkapan ikan yang signifikan membuat para nelayan, khususnya pengguna perahu kecil, kesulitan untuk menutup biaya operasional harian saat melaut.

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ranting Labuan, Jumami mengungkapkan, perubahan pola angin dan pergeseran arus laut menjadi faktor utama minimnya populasi ikan di area penangkapan. Fenomena ini dinilainya menyebabkan penurunan hasil tangkapan mencapai angka 5 hingga 10 persen.

"Keluhan sementara memang lagi paceklik. Itu yang sekarang dirasakan nelayan. Penurunannya sekitar 5 persen sampai hampir 10 persen," ujar Jumami, Senin 6 Juli 2026.

Kondisi ekonomi nelayan ini pun dikatakan Jumami tertekan karena tingginya biaya operasional yang tidak sebanding dengan hasil tangkapan. Jumami mencontohkan, untuk sekali melaut, seorang nelayan membutuhkan perbekalan sekitar Rp 1,5 juta, sementara nilai tangkapan ikan yang diperoleh rata-rata hanya mencapai Rp 1 juta. Angka ini dinilainya jauh berbeda dibandingkan saat musim ikan, pada musim tersebut nelayan dapat meraup hasil hingga Rp 5 juta dengan biaya operasional yang sama.

"Kalau lagi bagus, modal Rp1,5 juta bisa dapat hasil sekitar Rp5 juta. Dari situ ada keuntungan untuk nelayan, pemilik kapal, dan biaya operasional," katanya.

Ia menekankan nelayan tradisional sepertinya dengan jangkauan tangkapan terbatas, ketergantungan pada kondisi cuaca dan arus laut menjadi tantangan yang sangat krusial. Jika situasi ini terus berlanjut, Ia khawatir beban ekonomi rumah tangga nelayan akan semakin berat, termasuk berkurangnya modal untuk melaut di masa mendatang.

Pihak HNSI berharap kondisi cuaca dan arus laut di perairan Pandeglang dapat segera membaik. Dengan demikian, aktivitas penangkapan ikan diharapkan dapat kembali normal sehingga nelayan mampu mendapatkan penghasilan yang layak untuk menutupi biaya operasional sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....