Kementan Soroti Rendahnya Produktivitas Kebun Kelapa Pandeglang
- 03 Jul 2026 09:31 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Kementerian Pertanian (Kementan) menyoroti kinerja sektor perkebunan rakyat di Kabupaten Pandeglang yang dinilai belum mencapai batas kapasitas produksi optimal. Pemerintah pusat mendesak otoritas daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap populasi tanaman di sekitar 43 ribu hektare kebun kelapa eksis yang tersebar di wilayah tersebut.
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Ali Jamil menilai langkah pembenahan ini mendesak guna mengamankan rantai pasok bahan baku industri hilir berbasis kelapa. "Kalau satu pohon hanya menghasilkan 75 sampai 80 butir per tahun, berarti kebunnya tidak dirawat dengan baik. Dengan pemupukan dan pemeliharaan, produksinya bisa mencapai 150 bahkan 200 butir per pohon setiap tahun," katanya, Kamis 2 Juli 2026.
Berdasarkan indikator teknis perkebunan, batas produktivitas kebun kelapa rakyat menurutnya termasuk dalam kategori ideal apabila dalam satu hektare lahan terdapat minimal 100 hingga 110 pohon produktif. Dari kepadatan vegetasi tersebut, target capaian hasil panen minimal dipatok sedikitnya 150 butir kelapa per pohon dalam setiap siklus tahunan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan performa pohon kelapa milik warga lokal masih berada jauh di bawah standar mutu agribisnis.
Ali memaparkan variabel utama penentu lonjakan volume produksi tidak hanya bersandar pada aspek perluasan atau ekspansi bentangan lahan semata. Kunci keberhasilan justru disebutnya terletak pada tingkat kepadatan populasi tanaman produktif serta kedisiplinan petani dalam menerapkan pola pemeliharaan berkala.
"Saya minta seluruh petani yang sudah menerima bantuan benih segera menanamnya. Jangan sampai bibit sudah disalurkan tetapi tidak masuk ke lahan," kata Ali.
Kementerian Pertanian menegaskan, revitalisasi kebun rakyat memiliki korelasi langsung dengan tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir dan pedesaan. Sifat kelapa yang memiliki daya tahan ekologis tinggi dan mampu berproduksi hingga usia 60 tahun lebih diposisikan sebagai investasi ekonomi lintas generasi.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk segera menurunkan tim penyuluh lapangan untuk mendampingi kelompok tani dalam melakukan peremajaan kebun. Pengawasan intensif ini dinilainya menjadi instrumen penting guna memastikan bantuan negara berkonversi menjadi komoditas bernilai jual tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....