Bulog Salurkan Bantuan Pangan Lebak Pandeglang Periode Februari-Maret 2026

  • 08 Jun 2026 07:51 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak – Perusahaan Umum (Perum) Bulog Cabang Lebak-Pandeglang mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, Banten. Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program bantuan pangan pemerintah untuk alokasi Februari-Maret 2026.

Kepala Perum Bulog Cabang Lebak-Pandeglang, Muhammad Syaukani mengatakan, program ini bertujuan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga ketahanan pangan di tengah berbagai tantangan ekonomi. Menurutnya, distribusi bantuan dilakukan secara bertahap agar seluruh penerima manfaat dapat menerima haknya dengan baik.

Bantuan pangan tersebut berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang bekerja sama dengan Bulog sebagai pelaksana distribusi di lapangan. Sebanyak 415 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Lebak dan Pandeglang menjadi sasaran program tersebut.

Masing-masing penerima memperoleh bantuan berupa beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4 liter. Dia menjelaskan, proses distribusi saat ini terus berjalan di berbagai wilayah yang telah ditetapkan.

“Kami menargetkan dalam dua pekan ke depan penyaluran bantuan pangan ini selesai sehingga seluruh penerima manfaat dapat segera menerima bantuan yang menjadi haknya,” ujar Muhammad Syaukani, di Warunggunung, Sabtu,6 Juni 2026.

Penyaluran bantuan dilakukan di 18 kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Setiap bantuan didistribusikan ke titik pembagian yang telah ditentukan, umumnya berada di kantor desa masing-masing.

Petugas Bulog bersama pemerintah daerah dan aparatur desa terus berkoordinasi agar proses distribusi berjalan lancar. Menurut Syaukani, hingga saat ini tidak ditemukan kendala berarti dalam proses pendistribusian bantuan pangan tersebut.

“Selama ini penyaluran bantuan pangan berjalan lancar hingga ke titik pembagian yang berada di kantor desa masing-masing,” katanya.

Ia menegaskan, Bulog berkomitmen memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Selain itu, Bulog juga melakukan pengawasan terhadap kualitas bantuan yang disalurkan kepada masyarakat.

Syaukani menyebut, pola distribusi untuk masyarakat adat Baduy memiliki mekanisme tersendiri. Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan kearifan lokal masyarakat setempat.

“Untuk masyarakat Baduy, sistem pembagiannya dilakukan secara kolektif dan diatur oleh kepala desa setempat agar lebih efektif dan tepat sasaran,” ucapnya.

Pemerintah berharap bantuan pangan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Program bantuan pangan juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat masyarakat.

Dengan distribusi yang terus berjalan, Bulog optimistis seluruh bantuan dapat tersalurkan tepat waktu kepada ratusan ribu penerima manfaat di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Keberhasilan program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Banten bagian selatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....