Inflasi Terkendali, Pemkot Serang Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah

  • 02 Jun 2026 20:34 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Pelemahan nilai tukar rupiah belum berdampak signifikan terhadap inflasi di Kota Serang. Meski demikian, Pemerintah Kota Serang terus memantau perkembangan daya beli masyarakat untuk mengantisipasi potensi perlambatan ekonomi di tengah kondisi global yang masih dinamis.

Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Serang, Yudi Suryadi mengatakan, inflasi di daerah saat ini masih berada pada kondisi yang terkendali. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan dengan baik meskipun nilai tukar rupiah mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, perekonomian Provinsi Banten juga masih menunjukkan kinerja yang positif dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,6 persen.

"Pertumbuhan ekonomi Banten masih termasuk tinggi. Angka 5,6 persen itu masih bagus dan stabil," kata Yudi, Selasa, 2 Juni 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya memperhatikan tingkat inflasi sebagai indikator kondisi ekonomi daerah. Perkembangan konsumsi masyarakat juga menjadi faktor penting yang terus dipantau karena berkaitan langsung dengan aktivitas perdagangan dan perputaran ekonomi.

Yudi mengatakan, inflasi yang rendah pada dasarnya menjadi kondisi yang baik selama masih didukung oleh tingkat konsumsi masyarakat yang sehat. Namun apabila penurunan harga terjadi karena masyarakat mengurangi belanja, kondisi tersebut perlu diwaspadai.

Menurutnya, daya beli yang melemah dapat berdampak pada menurunnya transaksi di pasar. Ketika masyarakat mengurangi pengeluaran, pedagang akan mengalami penurunan penjualan dan pelaku usaha berpotensi mengurangi produksi karena permintaan yang berkurang.

Kondisi tersebut dalam jangka panjang dapat memicu deflasi, yaitu penurunan harga barang dan jasa secara umum yang terjadi akibat melemahnya permintaan masyarakat.

"Kalau daya beli masyarakat berkurang, pemerintah harus melakukan langkah-langkah. Operasi pasar menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan," ujarnya.

Selain operasi pasar, pemerintah juga dapat melakukan berbagai bentuk intervensi sesuai kebutuhan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Pemantauan dilakukan tidak hanya terhadap harga bahan pokok, tetapi juga terhadap distribusi barang dan aktivitas perdagangan di sejumlah pasar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keseimbangan antara pasokan dan permintaan tetap terjaga.

Yudi menilai, stabilitas ekonomi daerah harus dilihat secara menyeluruh. Selain inflasi yang terkendali, aktivitas perdagangan, produksi, dan konsumsi masyarakat juga perlu berada dalam kondisi yang sehat agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Karena itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Serang terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga komoditas dan kondisi pasar. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah yang diperlukan apabila ditemukan gejala penurunan daya beli masyarakat.

"Yang penting harga stabil dan masyarakat tetap memiliki kemampuan untuk berbelanja. Itu yang terus kita pantau," katanya.

Pemkot Serang menilai kondisi ekonomi daerah saat ini masih relatif aman. Meski demikian, perkembangan nilai tukar rupiah, pergerakan harga kebutuhan pokok, dan kemampuan belanja masyarakat akan terus dicermati guna menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mengantisipasi potensi perlambatan konsumsi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....