Nelayan Lebak Hilang Tenggelam, Basarnas Banten Lakukan Pencarian
- 21 Jul 2026 06:28 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Tim Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Banten melakukan pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang diduga tenggelam di Perairan Bagedur, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak. Korban diketahui bernama Dace Hidayat (57), warga Kampung Tanjung Panto, RT 017/RW 005, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu,19 Juli 2026, sekitar pukul 16.30 WIB saat Dace tengah menjalankan aktivitas sebagai nelayan. Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai dugaan kecelakaan laut tersebut dan langsung mengerahkan personel untuk melakukan operasi pencarian.
"Begitu menerima laporan, kami segera mengerahkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Lebak untuk melaksanakan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan," kata Al Amrad, Senin, 20 Juli 2026.
Dace Hidayat merupakan salah satu dari enam nelayan pemilik bagan yang berangkat menggunakan perahu antarjemput dari Dermaga Tanjung Panto menuju Perairan Bagedur. Setibanya di lokasi, korban turun dari perahu dan naik ke bagannya.
Dace kemudian bersiap menyalakan mesin genset beserta lampu penerangan yang digunakan untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan pada malam hari. Perahu yang mengantar Dace melanjutkan perjalanan untuk mengantar pemilik bagan lainnya ke lokasi masing-masing.
Beberapa saat kemudian, perahu kembali ke bagan milik korban. Namun saat tiba di lokasi, Dace sudah tidak terlihat berada di atas bagan. Awak perahu hanya menemukan topi milik korban yang mengapung di sekitar bagan.
Kondisi tersebut menimbulkan dugaan kuat bahwa korban terjatuh ke laut dan terseret arus. "Kemungkinan besar korban diduga terjatuh ke laut dan menghilang. Hingga saat ini korban masih dalam pencarian," ujar Al Amrad.
Operasi pencarian dipusatkan di Perairan Bagedur pada titik koordinat 6°48'34.6" LS dan 105°54'33.6" BT. Lokasi tersebut berjarak sekitar 16,5 kilometer dari Unit Siaga SAR Lebak. Tim SAR melakukan penyisiran menggunakan perahu serta melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Lebak bersama personel Polair Pos Binuangeun. Seluruh unsur SAR gabungan berkoordinasi untuk memperluas area pencarian sesuai dengan kondisi cuaca, arus, dan gelombang di lokasi.
"Kami akan terus mengoptimalkan upaya pencarian sesuai prosedur operasi SAR hingga korban berhasil ditemukan," tegas Al Amrad. Basarnas juga terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan pencarian agar strategi yang diterapkan berjalan secara efektif.
Selain melakukan pencarian di laut, tim juga berkoordinasi dengan nelayan setempat yang sedang beraktivitas di sekitar Perairan Bagedur. Informasi dari masyarakat dan para nelayan diharapkan dapat membantu mempercepat proses pencarian korban.
Al Amrad mengimbau seluruh nelayan dan pengguna jasa transportasi laut agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan. "Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan perlengkapan keselamatan dan segera melaporkan kepada Basarnas atau instansi terkait apabila terjadi kondisi darurat yang memerlukan bantuan pencarian dan pertolongan," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....