Karya Multatuli Jadi Inspirasi Pemerataan Keadilan Melalui Pendidikan Nasional

  • 01 Jun 2026 17:17 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan, karya Multatuli melalui novel Max Havelaar memberikan inspirasi besar terhadap perjuangan mewujudkan pemerataan keadilan di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Atip saat mengunjungi Museum Multatuli di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin, 1 Juni 2026.

Menurut Atip, karya sastra yang ditulis Multatuli memiliki pengaruh kuat dalam membangkitkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keadilan sosial. Ia mengatakan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam novel tersebut turut menginspirasi para tokoh bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan.

“Dengan karya Multatuli para tokoh bangsa Indonesia di kemudian hari berjuang untuk menegakkan keadilan dan mengusir kolonial penjajahan itu,” kata Atip.

Ia menjelaskan bahwa semangat perjuangan melawan ketidakadilan tersebut masih relevan hingga saat ini. Menurutnya, pesan yang terkandung dalam Max Havelaar berkorelasi langsung dengan nilai-nilai yang tertuang dalam Pancasila.

Atip menyebutkan sila kedua dan sila kelima Pancasila menjadi landasan penting dalam upaya mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat untuk menjalankan berbagai kebijakan yang berpihak kepada kelompok rentan dan masyarakat miskin. Salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah adalah Sekolah Rakyat.

Program tersebut, kata Atip, merupakan implementasi nyata dari sila kelima Pancasila yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. “Atas dasar itu pemerintah berkomitmen menghadirkan akses pendidikan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Lebak dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Menurut Atip, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam memperluas akses pendidikan.

Program tersebut diharapkan mampu membantu keluarga kurang mampu memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik. Selain Sekolah Rakyat, pemerintah juga menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Atip mengakui bahwa tantangan dalam memajukan pendidikan nasional masih cukup besar. Namun demikian, pemerintah terus berupaya mencari solusi untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan kesempatan belajar yang setara.

“Dengan demikian, kehadiran pemerintah tentu berkomitmen untuk pemerataan keadilan, termasuk dunia pendidikan,” katanya.

Berdasarkan laporan pemerintah daerah, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Lebak berjalan dengan baik. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan evaluasi terhadap berbagai kekurangan yang masih ditemukan dalam pelaksanaannya.

Masukan dari masyarakat dan pemerintah daerah akan menjadi bahan perbaikan agar program tersebut semakin efektif dan tepat sasaran. “Kami meyakini program-program yang dilaksanakan Pemerintah Prabowo itu untuk pemerataan keadilan dan memuliakan martabat warga bangsa,” kata Atip.

Atip juga menyinggung wacana penerapan Bahasa Prancis dalam kurikulum pendidikan yang saat ini masih dalam tahap pengkajian oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....