Baduy, Multatuli, dan Kasepuhan Jadi Tiga Kekuatan Identitas Lebak

  • 02 Agt 2026 14:36 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Kabupaten Lebak memiliki tiga kekuatan utama yang menjadi identitas sekaligus kekayaan budaya yang tidak dimiliki daerah lain. Ketiga kekuatan tersebut adalah masyarakat Baduy, sejarah yang diangkat dalam novel Max Havelaar karya Multatuli, serta keberadaan masyarakat adat Kasepuhan. Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah di Lebak, Sabtu, 1 Agustus 2026 mengatakan, ketiga unsur tersebut merupakan fondasi yang membentuk karakter Kabupaten Lebak dan harus terus dijaga keberlangsungannya.

"Kalau kita kaji, Lebak memiliki tiga kekuatan utama. Pertama, Baduy. Baduy tidak ada di daerah lain, sehingga menjadi bagian dari sejarah sekaligus ciri khas Kabupaten Lebak yang harus kita jaga dan lestarikan," ujar Amir Hamzah.

Ia menegaskan, keberadaan masyarakat Baduy menjadi identitas yang melekat kuat pada Kabupaten Lebak. "Baduy itu sejarah kita, DNA kita, jiwa kita, dan ciri khas kita. Tidak ada Baduy di tempat lain di dunia ini, hanya ada di Kabupaten Lebak," katanya.

Selain Baduy, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya sejarah yang tertuang dalam novel Max Havelaar karya Multatuli. Karya sastra tersebut memiliki keterkaitan erat dengan Kabupaten Lebak karena mengisahkan berbagai peristiwa yang terjadi di daerah tersebut pada masa kolonial.

"Kedua adalah Max Havelaar karya Multatuli. Apakah ada setting novel itu di daerah lain? Tidak. Settingnya ada di Lebak. Isi novel itu berbicara tentang Lebak, tentang penindasan rakyat oleh penguasa pada masa itu," katanya.

Ia menilai, keberadaan novel tersebut menjadikan Kabupaten Lebak dikenal hingga dunia internasional. "Ini menjadi bagian penting dari sejarah Lebak yang memiliki nilai dan pesan yang sangat kuat," ujarnya.

Kekuatan ketiga yang dimiliki Kabupaten Lebak, lanjutnya, adalah keberadaan masyarakat adat Kasepuhan. Masyarakat adat Kasepuhan merupakan warisan budaya yang masih terpelihara dengan baik dan menjadi kekayaan yang sangat berharga.

"Ketiga, masyarakat adat Kasepuhan. Dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten, keberadaan masyarakat adat Kasepuhan yang kuat dan khas dapat kita temukan di Kabupaten Lebak," ucapnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga eksistensi masyarakat adat tersebut. "Ini merupakan kekayaan budaya yang harus kita pertahankan dan diwariskan kepada generasi mendatang," katanya.

Amir Hamzah menambahkan, menjaga identitas budaya bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Pelestarian budaya akan memperkuat jati diri daerah sekaligus menjadi modal pembangunan di masa depan.

Ia berharap generasi muda semakin mengenal sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Dia optimis kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan mitra pembangunan akan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

"Kami ingin identitas Kabupaten Lebak tetap terjaga. Baduy, sejarah Multatuli, dan masyarakat adat Kasepuhan adalah kekuatan yang tidak dimiliki daerah lain. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga, melestarikan, dan mewariskannya kepada generasi mendatang," kata Wakil Bupati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....