Kunjungan Museum Banten Lama Terus Meningkat

  • 18 Mei 2026 11:23 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Jumlah pengunjung museum dan situs sejarah di Provinsi Banten terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Balai Pelestarian Kebudayaan Banten Lama mencatat Museum Kepurbakalaan Banten Lama menjadi salah satu destinasi sejarah yang paling banyak dikunjungi masyarakat. Hal itu disampaikan Analis Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Balai Pelestarian Kebudayaan Banten Lama, Siti Rohani, dalam program Banten Menyapa bersama RRI Pro 1 Banten, Senin, 18 Mei 2026.

Menurut Siti, berdasarkan survei yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik, jumlah pengunjung Museum Kepurbakalaan Banten Lama mencapai sekitar 56 ribu orang pada 2024 dan meningkat menjadi lebih dari 60 ribu pengunjung pada 2025. “Untuk Museum Kepurbakalaan Banten Lama cukup banyak pengunjung. Tahun 2025 mencapai sekitar 60 ribu lebih,” ujar siti.

Ia menjelaskan, pengunjung museum tidak hanya berasal dari wilayah Banten, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia seperti Lampung, Semarang, Yogyakarta, hingga Sulawesi. Selain wisatawan domestik, museum di Banten juga menerima kunjungan wisatawan mancanegara dan delegasi diplomatik dari sejumlah negara. “Ada juga pengunjung dari Korea, Cina, Jerman, Rusia, hingga Hongaria,” katanya.

Lebih lanjut Siti mengatakan, meningkatnya jumlah kunjungan menunjukkan ketertarikan masyarakat terhadap sejarah dan budaya mulai tumbuh. Namun demikian, museum tetap perlu menghadirkan inovasi agar daya tariknya semakin kuat, terutama bagi generasi muda.

Ia menilai digitalisasi museum menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung perkembangan museum di era modern. Teknologi seperti virtual reality dan virtual guide dinilai mampu memberikan pengalaman baru bagi pengunjung.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan konservasi terhadap benda-benda bersejarah yang mengalami kerusakan ringan maupun berat. Menurutnya, Balai Pelestarian Kebudayaan Banten Lama telah memiliki laboratorium dan tenaga konservator khusus untuk merawat koleksi sejarah.

Siti berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga dan mengunjungi museum sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....