Ratusan Nelayan di Pandeglang Kesulitan dapat Solar Subsidi

  • 14 Mei 2026 13:57 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Ratusan nelayan berperahu kecil di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi. Kondisi ini memaksa sebagian besar nelayan menyandarkan kapal mereka dan tidak melaut selama beberapa hari terakhir.

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pandeglang, Otoy mengungkapkan, persoalan ini rutin terjadi setiap bulan akibat terbatasnya kuota yang tersedia. Menurutnya, persediaan solar di SPBU biasanya kosong saat memasuki tanggal 20 ke atas, sementara permintaan dari nelayan tetap tinggi.

"Kalau kesulitan pasti ada. Nelayan di Labuan ini banyak, sementara kuota terbatas. Jadi setiap tanggal 20 ke atas biasanya solar mulai langka," ujar Otoy, Kamis, 14 Mei 2026.

Ia menyebut, setidaknya 500 hingga 600 kapal nelayan tradisional di wilayah Labuan dan sekitarnya terdampak langsung oleh sulitnya mendapatkan solar subsidi untuk operasional harian. Ketergantungan yang tinggi terhadap BBM subsidi dikatakannya membuat aktivitas ekonomi di sektor perikanan tangkap wilayah tersebut menjadi terhambat.

Menurut Otoy sistem distribusi solar saat ini mewajibkan nelayan memiliki surat rekomendasi resmi agar bisa dilayani oleh SPBU di wilayah Teluk Labuan dengan jatah maksimal 100 liter per hari per kapal. Namun, dari total sekitar 700 kapal nelayan yang beroperasi, baru 265 kapal yang tercatat memiliki dokumen rekomendasi tersebut, sementara sisanya yang didominasi kapal kecil masih kesulitan mengurus administrasinya.

Merespons keluhan tersebut, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Uun Junandar menegaskan, pihaknya terus berkomitmen mempermudah pengurusan surat rekomendasi pembelian BBM subsidi. Ia menyebut syarat utama yang dibutuhkan nelayan untuk mendapatkan surat rekomendasi adalah KTP nelayan serta dokumen kapal resmi dari syahbandar Kementerian Perhubungan.

"Nelayan yang ingin mendapatkan rekomendasi BBM subsidi akan kami bantu secepat mungkin selama persyaratannya lengkap sesuai ketentuan," kata Uun.

Dinas Perikanan juga mengklaim telah melakukan upaya jemput bola untuk mempercepat proses verifikasi dokumen di lapangan guna membantu nelayan kecil. Seluruh proses pengurusan rekomendasi dikatakannya gratis dan diharapkan dapat segera menyelesaikan kendala administratif agar seluruh nelayan di Pandeglang dapat kembali melaut dengan dukungan BBM subsidi yang memadai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....