Flyover Frontage Unyur Ditarget Rampung Akhir 2026
- 11 Mei 2026 15:29 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang menargetkan pembangunan flyover frontage Unyur di kawasan Kidemang dapat selesai pada akhir tahun 2026. Proyek yang melintasi perlintasan rel kereta api itu kini memasuki tahap persiapan pelaksanaan setelah sempat tertunda selama beberapa tahun.
Kepala Dinas PUPR Kota Serang, Iwan Sunardi mengatakan durasi pembangunan diperkirakan memakan waktu sekitar enam bulan. Namun jadwal tersebut masih menunggu hasil kajian Pemerintah Provinsi Banten selaku pihak yang mengalokasikan anggaran proyek.
“Kalau bicara rencana enam bulan. Berarti menjelang akhir tahun sudah beres. Tapi kami masih menunggu kajian dari provinsi, apakah enam bulan atau delapan bulan,” kata Iwan Sunardi, Senin, 11 Mei 2026.
Menurut Iwan, pembangunan flyover frontage Unyur dibiayai Pemerintah Provinsi Banten dengan nilai anggaran sekitar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar. “Anggarannya dari provinsi. Nilainya sekitar Rp20 sampai Rp30 miliar,” ujarnya.
Ia menjelaskan konstruksi flyover hanya difokuskan untuk melintasi rel kereta api di kawasan Kidemang. Jalur flyover dirancang menghubungkan Jalan Kaligandu menuju kawasan Terowongan Kidemang guna mengurangi antrean kendaraan saat kereta melintas.
“Desainnya dari Jalan Kaligandu nyebrang rel kereta sampai ke arah Terowongan Kidemang,” katanya.
Flyover tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 400 meter dengan lebar sekitar lima meter. Pada bagian sisi jalan juga akan dibuat turunan sepanjang kurang lebih 60 meter. “Yang pas turunannya itu sekitar 60 meter. Lebarnya sekitar lima meter,” ujarnya.
Iwan mengungkapkan rencana pembangunan flyover frontage Unyur sebenarnya sudah dibahas cukup lama. Namun proyek tersebut belum bisa direalisasikan karena terkendala perizinan hingga keterbatasan anggaran.
“Selama saya di PU kurang lebih lima tahun memang belum terealisasi. Awalnya terbentur izin, setelah izin keluar terbentur efisiensi anggaran,” kata Iwan.
Menurutnya, pembangunan flyover akhirnya dapat direalisasikan pada 2026 setelah Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan bantuan anggaran untuk proyek tersebut.
Sementara itu, Lurah Unyur, Nana Heryatna mengatakan penutupan sementara Jalan Frontage dilakukan untuk mendukung kelancaran pembangunan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung. “Untuk sementara waktu Jalan Frontage tidak dapat dilintasi kendaraan karena adanya kegiatan pembangunan Flyover Frontage. Kami mengimbau masyarakat agar dapat memaklumi kondisi ini,” kata Nana.
Menurut Nana, pemerintah juga telah menyiapkan jalur alternatif bagi warga yang biasa melintasi kawasan tersebut. Salah satunya melalui akses di Perumahan Bumi Harapan Serang (BHS), meski hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
“Kami juga telah menyiapkan jalur alternatif di Perumahan BHS, namun cukup untuk motor saja, tapi setidaknya meminimalisir kemacetan selama pembangunan flyover,” ujarnya.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi meminta masyarakat mengikuti pengalihan arus lalu lintas yang telah disiapkan pemerintah daerah selama proses pembangunan berlangsung. Penutupan total ruas Jalan BIP-Kidemang dijadwalkan mulai berlaku pada 15 Mei 2026.
“Kami memahami akan ada ketidaknyamanan selama pembangunan. Tetapi flyover ini dibutuhkan untuk kelancaran lalu lintas ke depan,” kata Budi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....