BPS Jamin Data Sensus Tidak Terkait Pajak

  • 10 Mei 2026 15:36 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang memberikan jaminan penuh bahwa data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 tidak memiliki kaitan dengan urusan perpajakan. Jaminan ini dikeluarkan untuk merespons adanya kekhawatiran sebagian pelaku usaha kecil dan menengah yang enggan terbuka mengenai omzet bisnis mereka.

Kepala BPS Kabupaten Pandeglang, Achmad Widijanto, menyatakan kegiatan sensus ini murni merupakan potret statistik untuk menggambarkan kekuatan ekonomi satu wilayah. Data perusahaan atau perorangan disebutnya akan diproses secara kolektif untuk melihat struktur dan prospek ekonomi ke depan tanpa mengekspos identitas finansial responden.

Transparansi informasi dari pengusaha dinilainya sangat diperlukan agar pemerintah dapat merumuskan kebijakan bantuan atau pengembangan usaha yang tepat sasaran. "Data yang diberikan oleh perusahaan atau masyarakat kami jamin kerahasiaannya. Tidak ada kaitannya sama sekali dengan pajak, ini murni statistik," kata Achmad, Minggu 10 Mei 2026.

Melalui program Koordinasi, Komunikasi, dan Diplomasi (KKD), BPS terus mendekati para pemangku kepentingan dan organisasi usaha di daerah. Langkah ini dilakukan untuk memberikan edukasi bahwa data yang akurat justru akan menguntungkan pelaku usaha dalam jangka panjang melalui kebijakan pemerintah yang lebih pro-bisnis.

Achmad menyebut sektor pertanian yang menyumbang hampir 35 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pandeglang menjadi salah satu fokus utama guna melihat transformasi ekonomi daerah. Sensus Ekonomi 2026 ini diharapkannya mampu memotret bagaimana sektor ini bersinggungan dengan sektor perdagangan dan industri agro yang mulai tumbuh.

Ia menekankan akurasi data statistik menjadi kunci bagi Kabupaten Pandeglang untuk bersaing dengan daerah lain di Provinsi Banten dalam menarik investasi. Data Sensus Ekonomi yang valid dinilainya akan memberikan kepercayaan bagi investor mengenai prospek pasar dan ketersediaan sumber daya di daerah.

"Target kami adalah memberikan edukasi agar masyarakat tidak takut dan mau memberikan data sebenarnya terkait usaha yang mereka jalankan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....