Teluk Banten Masuk Rencana Pengembangan Giant Sea Wall Pantai Utara Jawa

  • 09 Mei 2026 12:28 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai menyiapkan arah pengembangan wilayah pesisir utara menyusul rencana pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara Jawa. Proyek yang digagas pemerintah pusat itu tidak hanya difokuskan untuk penanganan banjir rob, tetapi juga pengembangan kawasan industri, pelabuhan, hingga wisata pesisir.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Serang, W Hari Pamungkas mengatakan, Kota Serang masuk dalam wilayah prioritas pembangunan Giant Sea Wall bersama 25 kabupaten dan kota lain di pesisir utara Jawa.

Menurutnya, wilayah utara Kota Serang memiliki posisi strategis karena didukung akses jalan nasional, rencana pembangunan jalan cincin utara, jalur rel kereta melalui Stasiun Karangantu, serta kawasan pelabuhan di Teluk Banten.

“Wilayah utara Kota Serang memiliki potensi besar untuk pengembangan kawasan industri dan pelabuhan karena ditopang konektivitas transportasi,” kata Hari, Sabtu, 9 Mei 2026.

Ia menjelaskan, proyek Giant Sea Wall tidak hanya berkaitan dengan pembangunan tanggul laut, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir. Pemerintah pusat menyiapkan konsep pembangunan ekonomi hijau yang dipadukan dengan perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat pesisir.

Saat ini Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) sedang menyusun master plan pembangunan kawasan Pantai Utara Jawa. Sementara Pemkot Serang mulai memperkuat kesiapan daerah lewat revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Revisi RTRW tersebut ditargetkan mulai diproses pada 2026 dengan fasilitasi Kementerian Dalam Negeri. Dalam rancangan itu, Pemkot Serang menyiapkan pengembangan kawasan industri seluas 425,6 hektare serta kawasan pelabuhan sekitar 109 hektare di wilayah Teluk Banten.

Hari mengatakan, pengembangan kawasan industri diarahkan agar berdampak langsung terhadap pengurangan angka pengangguran di wilayah utara Kota Serang. Pemkot juga menyiapkan regulasi ketenagakerjaan agar investasi yang masuk dapat menyerap tenaga kerja lokal.

“Tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas. Pendidikan vokasi juga perlu dipersiapkan agar masyarakat bisa terserap di kawasan industri,” ujarnya.

Selain pengembangan ekonomi, penanganan banjir rob di Karangantu menjadi salah satu alasan utama percepatan pembangunan Giant Sea Wall di Kota Serang. Menurut Hari, kawasan tersebut selama ini menjadi wilayah yang paling terdampak rob sehingga membutuhkan penanganan jangka panjang.

Pemerintah pusat pun tidak menerapkan satu model pembangunan yang sama di seluruh wilayah pesisir utara Jawa. Konsep pembangunan akan disesuaikan dengan kondisi lingkungan, karakter tanah, hingga aktivitas masyarakat pesisir seperti nelayan dan petani garam.

“Ada wilayah yang menggunakan tanggul pantai, ada hybrid mangrove dan tanggul, serta ada yang memakai tanggul laut penuh. Semua disesuaikan dengan karakter wilayah,” katanya.

Pemerintah pusat juga sedang melakukan pendataan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, termasuk menghitung tingkat ketinggian rob di kawasan Karangantu. Kajian tersebut menjadi dasar penentuan model pembangunan Giant Sea Wall di Kota Serang.

Dalam tahapan pembangunan yang dibagi menjadi 13 segmen, Kota Serang masuk dalam segmen 1.1. Pemkot berharap pembangunan di wilayahnya dapat diprioritaskan karena berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan aktivitas ekonomi pesisir.

Selain proyek tanggul laut, Pemkot Serang juga mendorong pembangunan bendungan karet untuk mendukung distribusi air bersih ke wilayah Kecamatan Kasemen.

Di sektor pariwisata, kawasan Teluk Banten dinilai memiliki peluang besar dikembangkan menjadi waterfront city atau kota tepi air. Kawasan tersebut juga memiliki nilai sejarah karena menjadi salah satu titik kedatangan bangsa Eropa pada masa lalu.

“Pengembangan kawasan pesisir tidak hanya untuk industri, tetapi juga bisa diarahkan menjadi kawasan wisata dan sejarah di Kota Serang,” ujar Hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....