Kota Serang Jadi Tujuan Baru Migrasi Penduduk di Banten

  • 07 Mei 2026 07:06 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Kota Serang menjadi daerah tujuan baru perpindahan penduduk di Provinsi Banten berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Peningkatan arus migrasi itu dipengaruhi kepadatan kawasan Tangerang Raya serta tumbuhnya aktivitas ekonomi dan pemerintahan di ibu kota provinsi.

Ketua Tim Statistik BPS Banten, Adam Sofian, mengatakan perpindahan penduduk dalam lima tahun terakhir menunjukkan pergeseran pola migrasi dari wilayah penyangga Jakarta ke Kota Serang. “Wilayah seperti Kota Tangerang dan Tangerang Selatan sudah cukup padat dari sisi hunian maupun persaingan ekonomi. Kota Serang kemudian menjadi alternatif baru bagi masyarakat yang mencari tempat tinggal dan peluang kerja,” ujar Adam Sofian, Rabu, 6 Mei 2026.

Menurut Adam, status Kota Serang sebagai pusat pemerintahan Provinsi Banten ikut mendorong pertumbuhan kawasan permukiman, perdagangan, dan jasa. Kondisi tersebut menarik perpindahan ASN, pekerja sektor industri, hingga pelaku usaha untuk menetap di Kota Serang.

BPS mencatat faktor utama perpindahan penduduk ke Kota Serang dipengaruhi peluang kerja dan akses fasilitas publik yang dinilai lebih mudah dijangkau. Pertumbuhan sektor perdagangan dan industri dinilai membuka kesempatan ekonomi baru, sementara fasilitas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur terus berkembang.

Selain itu, mayoritas penduduk yang berpindah berada pada rentang usia produktif 15 hingga 46 tahun. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi pertumbuhan ekonomi daerah apabila diimbangi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Adam mengingatkan peningkatan jumlah penduduk usia produktif juga dapat memunculkan persoalan sosial apabila tidak diikuti kesiapan lapangan kerja dan kemampuan tenaga kerja yang memadai. “Kualitas SDM menjadi faktor penting. Kalau tidak disiapkan dengan baik, dampaknya bisa ke pengangguran, kerawanan sosial, sampai meningkatnya beban keluarga,” katanya.

BPS menyebut data Supas 2025 dikumpulkan secara langsung ke rumah warga menggunakan metode standar statistik internasional. Hasil survei tersebut diharapkan menjadi dasar pemerintah daerah dalam menyiapkan kebijakan penataan wilayah, pembangunan permukiman, hingga perluasan lapangan kerja di Kota Serang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....