Investasi Singapura di Pandeglang Mencapai Rp137 Miliar
- 05 Mei 2026 14:14 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Investor asal Singapura menjadi pemodal paling loyal yang menanamkan investasinya di Kabupaten Pandeglang. Hingga triwulan pertama tahun 2026, jumlah investasi asal Negeri Singa itu mencapai Rp137,7 miliar.
Realisasi investasi Singapura di Pandeglang melampaui beberapa negara besar di Asia. Seperti Hongkong yang memberi sumbangsih investasi senilai Rp127 juta, diikuti China sebesar Rp75 juta, dan Korea Selatan senilai Rp40 juta.
Penata Kelola Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, Dhania menyatakan, secara umum dominasi modal asing yang di Pandeglang selama triwulan pertama 2026, mencapai 60,8 persen dari total yang masuk mencapai Rp252 miliar.
"Hal ini menunjukkan Pandeglang memiliki potensi besar di mata para pemodal lintas negara," ucap Dhania, Senin, 4 Mei 2026.
Dia menjelaskan, realisasi investasi Penanamam Modal Asing (PMA) pada triwulan pertama ini umumnya berasal dari sektor non-UMK, dengan sebaran 523 proyek. Jumlah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah melalui optimalisasi potensi sumber daya alam yang ada.
DPMPTSP mencatat capaian investasi triwulan pertama ini meningkat 117,2 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Dhania menyebut usaha asing kini merasa lebih terlindungi dan terbantu dalam memahami regulasi penanaman modal di tingkat lokal.
Meskipun PMA mendominasi, Dhania menyebut, kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tetap terjaga di angka Rp89 miliar atau sekitar 39,2 persen. Sinergi antara pemodal asing dan domestik diharapkannya menciptakan ekosistem industri yang lebih kuat dan berkelanjutan di Pandeglang.
Ia pun menghimbau pelaku usaha untuk tetap disiplin dalam melaporkan seluruh Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang dimiliki dalam sistem. Ketidakpahaman dalam melaporkan seluruh bidang usaha yang dijalankan dinilainya seringkali memicu teguran sistem dari pemerintah pusat.
"Kami rutin melakukan bimbingan teknis karena masih banyak pelaku usaha belum paham pelaporan sesuai KBLI. Padahal mereka memiliki lebih dari lima bidang usaha," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....