Minim Industri Picu Migrasi Pekerja Muda Pandeglang
- 01 Mei 2026 17:03 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Terbatasnya ketersediaan lapangan kerja sektor industri di Kabupaten Pandeglang, memicu tingginya angka migrasi tenaga kerja usia produktif ke wilayah perkotaan lainnya. Generasi muda Pandeglang lebih memilih mencari penghasilan di wilayah Serang, Tangerang, hingga provinsi lain demi mendapatkan gaji yang lebih layak.
Kondisi ini menjadi perhatian serius serikat buruh di peringatan Hari Buruh Internasional 2026 sebagai dampak dari minimnya investasi manufaktur di daerah.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) 1973 Kabupaten Pandeglang, Marja menjelaskan, fenomena kepergian calon penerus daerah ini disebabkan ketiadaan perusahaan besar yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif.
Perusahaan yang ada saat ini dipandangnya masih berskala kecil, seperti peternakan ayam dan perhotelan kelas melati dengan standar penggajian rendah. Hal ini dinilainya membuat penghasilan di daerah sendiri tidak mampu bersaing dengan penawaran gaji di luar kota.
"Anak muda kita lari keluar kota karena di Pandeglang tidak ada perusahaan yang mempekerjakan karyawan secara masif. Kalaupun ada, mereka menggajinya lebih murah dibandingkan daerah lain," katanya, Jumat 1 Mei 2026.
Marja mengatakan, potensi lokal akan terus hilang jika pemerintah daerah tidak segera menarik investor besar untuk masuk ke wilayah Pandeglang. Minimnya industri ini dinilainya membuat anak-anak muda tidak memiliki pilihan selain merantau guna meningkatkan taraf ekonomi keluarga mereka.
"Tanpa adanya kebijakan zona industri yang jelas, Pandeglang hanya akan menjadi daerah pengirim tenaga kerja bagi daerah industri lain di Banten," ucap dia.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mampu mengelola zonasi wilayah secara strategis untuk memfasilitasi kebutuhan industri, pariwisata, hingga pertanian secara berdampingan. Pembagian zona yang tepat dinilainya akan memberikan ruang bagi masuknya pabrik atau sektor manufaktur yang dapat membuka ribuan lapangan kerja baru.
"Perusahaan di Pandeglang masih kecil-kecil, paling peternakan ayam atau hotel kecil. Harapan kami investor masuk supaya masyarakat kita punya penghasilan dan bisa bekerja di daerah sendiri," tegasnya.
KSPSI mendorong pemerintah untuk lebih agresif dalam mempromosikan potensi daerah kepada para investor nasional maupun internasional. Kemudahan perizinan dan kepastian hukum dikatakan Marja harus dijamin agar pemilik modal tertarik mendirikan pabrik di wilayah Pandeglang Selatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....