Campak Bisa Sebabkan Kematian? Ini Penjelasannya
- 27 Apr 2026 12:00 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Penyakit campak yang selama ini dikenal sebagai penyakit lama ternyata masih menjadi ancaman serius. Bahkan, dalam kondisi tertentu, campak dapat menyebabkan kematian, terutama jika sudah menimbulkan komplikasi.
Dokter Spesialis Anak dari RS Hermina Ciruas, M. Riefky Kusdhany menjelaskan, campak memang bisa berujung fatal, tetapi bukan semata-mata karena virusnya saja.
“Apakah bisa menyebabkan kematian? Sangat bisa. Tapi apakah karena campaknya? Bukan, biasanya karena komplikasi,” ujar Riefky kepada RRI pada Senin, 27 April 2026.
Ia menyebutkan, komplikasi yang paling berbahaya dari campak antara lain, pneumonia (radang paru-paru) dan encephalitis (radang otak). Kedua kondisi ini dapat mengganggu fungsi vital tubuh sehingga orang yang terkena campak bisa berujung komplikasi.
“Misalnya campak dengan pneumonia, akhirnya gagal napas dan bisa berujung kematian. Atau radang otak yang bisa menyebabkan henti napas dan jantung,” katanya.
Secara nasional, kasus campak masih tergolong tinggi dengan puluhan ribu kasus suspek setiap tahunnya. Bahkan, sejumlah kasus kematian juga masih dilaporkan, sehingga penyakit ini tidak bisa dianggap sepele.
Di Kabupaten Serang sendiri, suspek campak yang sudah terskrining sebanyak 500 kasus, 10 diantaranya terkonfirmasi positif campak. Kasus ini mengalami peningkatan sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
Kelompok yang paling rentan terhadap campak adalah anak-anak serta individu dengan daya tahan tubuh rendah, seperti penderita penyakit tertentu atau mereka yang sedang menjalani terapi yang menekan sistem imun.
Karena itu, pencegahan melalui imunisasi menjadi langkah paling efektif. Selain menurunkan risiko tertular, imunisasi juga mampu mencegah terjadinya komplikasi berat yang berpotensi menyebabkan kematian.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala awal campak, seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, hingga munculnya ruam pada kulit. Jika gejala tersebut muncul, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....