Imunisasi Rendah Picu Lonjakan Kasus Campak di Lebak

  • 15 Apr 2026 10:16 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak — Rendahnya cakupan imunisasi menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus campak di Kabupaten Lebak. Hingga Maret 2026, capaian imunisasi dasar lengkap di daerah tersebut baru mencapai sekitar 10 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Nining Tilawah menegaskan, pentingnya imunisasi sebagai langkah utama pencegahan penyakit campak. “Imunisasi itu sangat penting, apalagi untuk balita. Ini perlindungan dasar agar anak tidak mudah tertular,” ujarnya dalam program Banten Menyapa RRI PRO 1 Banten, Rabu, 15 April 2026.

Menurutnya, penurunan cakupan imunisasi terjadi sejak pandemi Covid-19, saat akses ke layanan kesehatan terbatas dan masyarakat cenderung menghindari fasilitas umum. Sebagai upaya percepatan, Dinkes Lebak kini menjalankan program imunisasi kejar bagi anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan vaksin sesuai jadwal. Program ini menyasar anak-anak yang tertinggal imunisasi dasar maupun booster.

“Kita lakukan imunisasi kejar untuk anak yang belum mendapatkan vaksin. Ini upaya agar kekebalan mereka bisa segera terbentuk,” kata Nining.

Ia juga menyoroti masih adanya penolakan dari sebagian orang tua sebagai tantangan di lapangan. Kekhawatiran terhadap efek samping seperti demam menjadi salah satu alasan. “Padahal demam itu efek sementara dan bisa diatasi. Manfaat imunisasi jauh lebih besar dibanding risikonya,” katanya.

Selain imunisasi dasar, pemberian booster juga dinilai penting untuk menjaga kadar kekebalan tubuh anak tetap optimal. Dinkes Lebak mengajak masyarakat memanfaatkan layanan imunisasi gratis yang tersedia di posyandu dan puskesmas. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, diharapkan penyebaran campak dapat ditekan secara signifikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....