Stok Pupuk Subsidi Lebak Dipastikan Melimpah

  • 27 Apr 2026 10:02 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID,Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak, memastikan persediaan pupuk bersubsidi dalam kondisi melimpah untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam April hingga Mei 2026. Ketersediaan pupuk tersebut dinilai cukup untuk mendukung aktivitas pertanian hingga akhir tahun, sehingga petani tidak perlu khawatir akan kelangkaan.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, mengatakan, stok pupuk subsidi saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali. “Kita memastikan stok pupuk untuk tanam April-Mei 2026 melimpah dan mencukupi,” ujar Deni, Senin, 27 April 2026.

Ia menjelaskan, alokasi pupuk subsidi jenis urea untuk Kabupaten Lebak mencapai 23.167.000 kilogram dengan realisasi penyaluran sebesar 2.681.187 kilogram atau sekitar 11,57 persen. Sedangkan, pupuk jenis NPK memiliki kuota sebesar 25.449.000 kilogram, dengan realisasi penyaluran mencapai 4.120.934 kilogram atau 16,19 persen.

Untuk pupuk organik, dari total kuota 390.000 kilogram, baru tersalurkan sebanyak 6.460 kilogram atau sekitar 1,66 persen. Menurut Deni, angka penyerapan tersebut menunjukkan bahwa stok pupuk masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan petani dalam beberapa bulan ke depan. “Kami meyakini persediaan kuota pupuk sebanyak itu dipastikan tidak terjadi kelangkaan,” katanya.

Ia memastikan distribusi pupuk bersubsidi dilakukan melalui kios resmi dengan pengawasan ketat guna mencegah penyelewengan. Harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi jenis urea ditetapkan sebesar Rp1.800 per kilogram atau Rp90.000 per sak. Sedangkan pupuk NPK dijual dengan harga Rp1.840 per kilogram atau Rp92.000 per sak di kios resmi.

Deni menambahkan bahwa hanya petani yang tergabung dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi. “Kami tidak melayani petani yang tidak tergabung dalam RDKK untuk mencegah penyelewengan pupuk bersubsidi,” ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Blok Sentral Rangkasbitung, Ruhiana, mengaku bahwa kondisi pupuk subsidi di lapangan saat ini cukup melimpah. Menurutnya, kemudahan akses pupuk dalam beberapa tahun terakhir sangat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian. “Sekarang pupuk mudah didapat di kios resmi, jadi petani merasa tenang untuk bercocok tanam,” kata Ruhiana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....