Lebak Targetkan Swasembada Daging Domba Tahun Ini

  • 19 Apr 2026 05:38 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Lebak menargetkan swasembada daging domba Garut
  • populasi domba di Kabupaten Lebak hingga Maret 2026 mencapai 62.482 ekor.
  • Harga domba Garut di pasaran saat ini cukup tinggi, yakni berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp7 juta per ekor
  • Melalui program bantuan ternak, pemerintah berharap ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi secara bertahap.

RRI.CO.ID,Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) terus mendorong peningkatan populasi ternak domba guna mencapai swasembada daging. Program ini dilakukan dengan menyalurkan bantuan ternak kepada kelompok peternak di berbagai wilayah. Kepala Disnakeswan Kabupaten Lebak, Febby Hardian Kurniawan, menyatakan, bantuan ternak diberikan secara rutin setiap tahun.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan populasi domba secara signifikan. “Setiap tahun kami menyalurkan bantuan ternak domba agar populasinya terus meningkat dan berkembang,” ujar Febby dalam keterangannya di Lebak, Sabtu, 18 April 2026.

Pada tahun ini, pemerintah daerah menyalurkan sebanyak 766 ekor domba Garut kepada 46 kelompok usaha peternakan. Setiap kelompok menerima delapan ekor domba, terdiri dari tujuh betina dan satu jantan. Kelompok penerima bantuan tersebut memiliki anggota berkisar antara 10 hingga 15 orang. Program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis peternakan.

Menurut data Disnakeswan, populasi domba di Kabupaten Lebak hingga Maret 2026 mencapai 62.482 ekor. Sementara, populasi kambing tercatat sebanyak 44.049 ekor. Febby optimistis bantuan ternak ini akan berdampak langsung pada peningkatan populasi. Ia juga menargetkan Lebak dapat memenuhi kebutuhan daging domba secara mandiri.

“Kami berharap bantuan ternak ini benar-benar berkembang biak sehingga program swasembada daging domba bisa terwujud,” katanya.

Harga domba Garut di pasaran saat ini cukup tinggi, yakni berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp7 juta per ekor. Kondisi ini dinilai menguntungkan peternak karena dapat meningkatkan pendapatan mereka.

Dengan harga yang stabil dan permintaan yang terus meningkat, sektor peternakan domba dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi lokal. Pemerintah daerah pun terus memperkuat dukungan terhadap sektor ini.

Selama ini, kebutuhan domba di Kabupaten Lebak masih dipasok dari daerah lain seperti Cianjur dan Garut. Permintaan biasanya meningkat tajam menjelang Hari Raya Iduladha.

Melalui program bantuan ternak, pemerintah berharap ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi secara bertahap. Hal ini sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Seorang peternak domba asal Cibadak, Ujang, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia menyebut bantuan ternak mampu meningkatkan jumlah ternaknya setiap tahun.

“Kami sangat bersyukur dengan bantuan ini. Sekarang kami punya 10 ekor domba, dan kalau dapat tambahan tiga ekor, bisa bertambah lagi dua sampai tiga ekor setiap tahun,” ujar Ujang.

Ia berharap program bantuan ternak terus berlanjut agar para peternak kecil dapat berkembang dan mandiri. Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan peternak di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....