Distan Lebak Sosialisasikan PMAAS Tingkatkan Produksi Gabah Petani
- 18 Jul 2026 06:59 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak terus menyosialisasikan penerapan sistem pola tanam pertanian modern Advanced Agricultural System (PMAAS) kepada kelompok tani (poktan). Program tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong hasil panen gabah hingga mencapai 10 ton per hektare.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan penerapan sistem pertanian modern menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Metode PMAAS memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pola budidaya konvensional yang selama ini banyak diterapkan.
"Kami terus menyosialisasikan penerapan sistem PMAAS kepada kelompok tani karena metode ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani," kata Rahmat Yuniar, di Lebak, Jum'at, 17 Juli 2026. Ia menjelaskan, penerapan pola tanam modern mampu menciptakan sistem budidaya yang lebih efisien.
Selain meningkatkan hasil panen, penggunaan teknologi pertanian juga dapat menekan biaya produksi dan memaksimalkan pemanfaatan lahan. Rahmat menyebutkan, apabila panen padi di lahan seluas satu hektare mampu menghasilkan gabah kering panen (GKP) rata-rata 10 ton, maka pendapatan petani akan meningkat signifikan.
Dengan asumsi gabah diserap Bulog seharga Rp6.500 per kilogram, petani berpotensi memperoleh pendapatan kotor hingga Rp65 juta per hektare. "Bila satu hektare menghasilkan rata-rata 10 ton gabah dan seluruh hasil panen diserap Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram, maka petani dapat memperoleh sekitar Rp65 juta. Ini tentu sangat menguntungkan bagi mereka," ujarnya.
Untuk mendukung target tersebut, Dinas Pertanian telah menginstruksikan seluruh petugas penyuluh lapangan agar mengoptimalkan pendampingan kepada para petani. Pendampingan dilakukan mulai dari tahap persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga masa panen.
Rahmat mengatakan, peningkatan kapasitas petani menjadi bagian penting dalam keberhasilan penerapan PMAAS. Saat ini, luas tambah tanam (LTT) di Kabupaten Lebak mencapai sekitar 150 ribu hektare dengan indeks pertanaman beberapa kali musim tanam dalam setahun.
Luas sawah baku di Kabupaten Lebak mencapai sekitar 50 ribu hektare. Kondisi tersebut menjadikan Kabupaten Lebak sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Provinsi Banten. Produksi gabah di Kabupaten Lebak mencapai sekitar satu juta ton atau setara sekitar 500 ribu ton beras.
Sementara kebutuhan konsumsi beras masyarakat Kabupaten Lebak yang berpenduduk sekitar 1,5 juta jiwa hanya mencapai sekitar 150 ribu ton per tahun. Dengan demikian, Kabupaten Lebak masih mencatat surplus beras sekitar 350 ribu ton. Rahmat menilai penerapan pertanian berbasis teknologi menjadi salah satu kunci untuk menjaga bahkan meningkatkan surplus produksi tersebut.
Sistem PMAAS mengedepankan efisiensi penggunaan sumber daya dan pengelolaan budidaya secara terpadu. "Penerapan pertanian berbasis teknologi akan membuat proses budidaya lebih efisien sehingga produksi dan produktivitas dapat terus meningkat untuk mendukung swasembada pangan nasional secara berkelanjutan," ucapnya.
Ia menjelaskan, sistem PMAAS diterapkan melalui metode Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan pola tanam rapat model 4:1 dan 6:1. Konsep tersebut dirancang untuk memaksimalkan populasi tanaman, mendukung mekanisasi pertanian, dan meningkatkan hasil panen.
Ketua Kelompok Tani Sukabungah, Desa Tambakbaya, Kabupaten Lebak, Ruhiana, menyatakan pihaknya mendukung penerapan sistem PMAAS. "Kami mendukung penerapan sistem pertanian modern PMAAS karena memberikan harapan besar terhadap peningkatan produksi dan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani," kata Ruhiana.
Ia berharap program tersebut terus didampingi oleh penyuluh pertanian sehingga para petani semakin memahami teknik budidaya modern dan mampu memperoleh hasil panen yang lebih tinggi setiap musim tanam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....