Pelatihan Kerja Tunanetra di Kota Serang Tunggu Kebutuhan Dunia Usaha

  • 17 Apr 2026 22:40 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang menyiapkan program pelatihan kerja bagi penyandang tunanetra. Program tersebut belum dimulai karena masih menunggu kebutuhan tenaga kerja dari dunia usaha agar peserta memiliki peluang kerja setelah lulus.

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Kota Serang, Nafis Hani, mengatakan pelatihan yang disiapkan harus sesuai kebutuhan perusahaan atau pelaku usaha yang siap menerima tenaga kerja.

“Untuk saat ini program pelatihan harus berdasarkan kebutuhan perusahaan atau pihak yang akan menggunakan hasil pelatihan tersebut. Jadi setelah pelatihan selesai, peserta bisa langsung disalurkan bekerja,” kata Nafis, Jumat, 17 April 2026.

Ia menjelaskan usulan pelatihan yang disampaikan komunitas tunanetra di Kota Serang saat ini mengarah pada bidang barista. Menurutnya, sektor tersebut dinilai memiliki peluang karena di sejumlah daerah sudah ada penyandang disabilitas yang bekerja di kedai kopi.

“Teman-teman dari forum tunanetra mintanya pelatihan barista. Ini memungkinkan, tetapi kami harus komunikasi dulu dengan pemilik coffee shop, hotel, atau pelaku usaha lainnya,” ujarnya.

Nafis menuturkan pelatihan belum bisa dijalankan sebelum ada kepastian kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan. Dalam mekanisme yang berlaku, pelatihan dapat dilaksanakan jika ada permintaan tenaga kerja sesuai kompetensi tertentu.

“Misalnya perusahaan membutuhkan 10 orang dengan kemampuan tertentu, baru pelatihan bisa diajukan. Jadi penempatannya jelas,” ucapnya.

Ia menyebut sedikitnya dibutuhkan 16 peserta untuk satu angkatan pelatihan agar kelas dapat dibuka. Saat ini jumlah anggota komunitas tunanetra di Kota Serang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Disnakertrans Kota Serang berencana membahas peluang penyerapan tenaga kerja bagi penyandang disabilitas dalam forum HRD perusahaan se-Kota Serang. Langkah itu dilakukan agar pelatihan yang dibuka benar-benar berujung pada penempatan kerja.

Nafis menambahkan seluruh pelatihan saat ini masih mengandalkan kerja sama dengan pihak luar, karena pada tahun ini belum tersedia anggaran pelatihan di APBD Kota Serang.

“Karena anggaran pelatihan belum ada, kami mengupayakan kerja sama dengan berbagai pihak agar masyarakat tetap mendapat akses pelatihan kerja,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....