Pelatihan Vokasi Jadi Jembatan Pencari Kerja dengan Kebutuhan Industri

  • 01 Sep 2026 19:57 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 menjadi ruang bagi pencari kerja untuk memperoleh keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Program ini diikuti sekitar 12 ribu peserta yang telah lolos seleksi dari lebih dari 30 ribu pendaftar di berbagai daerah di Indonesia.

Pelatihan dilaksanakan melalui balai-balai vokasi dengan bidang keterampilan yang beragam. Peserta mendapat pembelajaran teori dan praktik sesuai jurusan, sebelum nantinya mengikuti sertifikasi kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Salah satu peserta, Muhammad Irfan Akmal asal Tangerang, mengikuti pelatihan operator listrik industri di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang. Ia mulai mengikuti pelatihan pada 23 Juli 2026 dan dijadwalkan selesai pada September.

Irfan mengatakan dirinya mengetahui program tersebut melalui aplikasi Siap Kerja. Sebelum dinyatakan lolos, ia mengikuti asesmen daring, seleksi administrasi dan wawancara.

“Awalnya kita daftar pelatihannya secara online melalui Siap Kerja. Di situ kita juga ada asesmen, seperti psikotes online. Setelah mengikuti asesmen, lalu diseleksi secara administrasi. Setelah lulus, kita mengikuti wawancara,” ujar Irfan, Selasa, 1 September 2026.

Selama dua bulan mengikuti pelatihan, Irfan mempelajari K3, dasar kelistrikan, instalasi, KPP, PHB, rangkaian kontrol hingga rangkaian kontrol motor. “Kita mempelajari mulai dari dasar-dasar kelistrikan, dari K3 terlebih dahulu, lalu basic-basic kelistrikan, mulai dari instalasi, KPP, PHB, rangkaian kontrol dan terakhir rangkaian kontrol motor,” katanya.

Irfan menilai keterampilan yang diperolehnya dapat menjadi bekal untuk masuk dunia kerja. Ia juga akan mengikuti uji kompetensi setelah pelatihan selesai.

“Insyaallah sudah bisa siap kerja. Karena nanti juga ada sertifikasinya, yang dilakukan UKOM untuk membuktikan hasil keterampilan yang kami pelajari selama dua bulan pelatihan di sini,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pelatihan vokasi dibutuhkan untuk mempertemukan keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri yang terus berubah. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat kebutuhan kompetensi di dunia kerja ikut berubah.

Revolusi industri 4.0, digitalisasi hingga artificial intelligence membutuhkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan keterampilan baru. “Program vokasi ini merupakan program penting untuk re-training dan re-skilling karena memang supply dan demand-nya berbeda karena adanya revolusi industri mulai dari industri 4.0, kemudian dengan digitalisasi sampai dengan yang terakhir terkait pengembangan artificial intelligence,” ujar Airlangga saat peluncuran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 di BBPVP Serang.

Airlangga mengatakan kebutuhan talenta digital juga terus meningkat. Untuk sektor tersebut, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai sekitar 500 ribu orang setiap tahun.

Menurut Airlangga, pelatihan vokasi dapat menjadi salah satu cara menyiapkan tenaga kerja dengan keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

“Biasanya hasil daripada balai atau lembaga vokasi itu ditunggu oleh dunia kerja,” katanya.

Ia mengatakan peserta yang diterima dalam program tersebut telah melewati proses seleksi. Dari lebih dari 30 ribu pendaftar, sekitar 12 ribu peserta dinyatakan lolos.

“Jadi karena dari segi jumlah yang dilatih vokasi ini relatif lebih sedikit dibandingkan kebutuhan dan juga mereka ini sudah terseleksi. Jadi yang mendaftar 30.000, yang diterima 12.000,” ujar Airlangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....