Cuaca Ekstrem Picu Fluktuasi Harga Cabai

  • 16 Apr 2026 10:36 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Cilegon – Fluktuasi harga bawang dan cabai di Kota Cilegon dipengaruhi sejumlah faktor, dengan cuaca ekstrem menjadi salah satu penyebab utama. Kondisi ini berdampak langsung pada produksi petani hingga distribusi ke pasar, sehingga harga komoditas hortikultura tersebut kerap naik turun dalam waktu singkat.

Analis Perdagangan Ahli Madya pada Disperindag Kota Cilegon, Muhammad Dedi Jauhari menjelaskan, fluktuasi harga terjadi akibat ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. “Fluktuasi itu artinya harga bisa naik dan turun karena suplai dan demand tidak seimbang,” ujarnya dalam dialog RRI Pro 1 Banten, Rabu, 15 April 2026.

Menurutnya, komoditas bawang dan cabai termasuk yang paling sering mengalami perubahan harga karena memiliki peran penting dalam pengendalian inflasi daerah. Selain faktor permintaan, kondisi cuaca ekstrem turut memengaruhi hasil panen petani, terutama di daerah pemasok seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Cuaca sangat berpengaruh. Petani kadang harus memanen lebih cepat untuk menghindari kerugian akibat pembusukan. Ini berdampak pada kualitas dan jumlah pasokan,” ujar Dedi.

Dia menambahkan, distribusi juga sering terkendala akibat banjir atau gangguan transportasi, yang menyebabkan jumlah barang berkurang saat tiba di pasar. Data Disperindag menunjukkan, pada periode Januari hingga April 2026, harga cabai dan bawang sempat meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri akibat lonjakan permintaan. Namun, memasuki April, tren harga mulai menurun meski beberapa komoditas seperti cabai rawit merah masih berada di atas harga acuan pemerintah.

Dedi menyebutkan, di Pasar Kranggot yang merupakan pasar terbesar di Cilegon, harga cabai rawit merah masih mengalami kenaikan sekitar 22,8 persen dari harga acuan. Bahkan, pada Februari lalu, kenaikan sempat mencapai hampir 60 persen seiring tingginya permintaan masyarakat.

Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan stok tetap aman. Dedi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan tetap berbelanja sesuai kebutuhan. “Pasokan aman, jadi masyarakat tidak perlu panik. Jadilah konsumen yang cerdas dan bijak,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....