Harga Cabai Rawit Merah di Cilegon Masih Tinggi

  • 02 Apr 2026 13:37 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Cilegon – Harga cabai rawit merah di Kota Cilegon masih tergolong tinggi pasca-lebaran 2026. Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, harga komoditas tersebut masih berada di atas harga acuan pemerintah.

Kepala Disperindag Kota Cilegon, Didin S. Maulana menyebut, harga cabai rawit merah sempat mencapai Rp85.000 per kilogram di Pasar Kranggot. Harga tersebut berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang berkisar Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

“Cabai rawit merah masih mengalami kenaikan harga, salah satunya karena tingginya permintaan masyarakat serta faktor distribusi dari daerah sentra produksi,” kata Didin saat dialog bersama RRI Pro 1 Banten, Kamis, 2 April 2026.

Menurutnya, pasokan cabai rawit merah sebagian besar berasal dari luar daerah seperti Magelang yang kemudian didistribusikan melalui pasar induk di Jakarta sebelum sampai ke wilayah Banten. “Kebutuhan cabai rawit cukup tinggi di masyarakat. Karena distribusi cukup panjang, maka mempengaruhi harga di tingkat pasar,” ujarnya.

Selain cabai rawit merah, Disperindag juga sempat menemukan keterbatasan ketersediaan minyak goreng bersubsidi Minyakita di beberapa pasar. Namun kondisi tersebut telah ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan distributor dan produsen.

“Minyakita sempat tidak tersedia di beberapa pasar, tetapi kami sudah berkoordinasi dengan distributor dan BUMN pangan sehingga dilakukan dropping sekitar 150 dus untuk menambah pasokan,” katanya.

Didin memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional dan distributor guna menjaga kestabilan harga serta memastikan pasokan tetap tersedia di pasaran. Ia berharap harga cabai rawit merah dapat segera kembali normal seiring membaiknya distribusi dan pasokan dari daerah produsen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....