Suspek Campak Lebak Capai 322 Kasus
- 15 Apr 2026 09:15 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 322 kasus terduga atau suspect campak hingga saat ini. Meski demikian, tren kasus dilaporkan mulai menunjukkan penurunan dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, dr. Nining Tilawah, menjelaskan bahwa status suspect belum berarti pasien dipastikan terinfeksi campak. “Suspect itu berdasarkan gejala klinis yang mengarah ke campak, namun harus dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium,” ujarnya dalam program Banten Menyapa RRI PRO 1 Banten, Rabu, 15 April 2026.
Ia mengatakan, lonjakan kasus dalam beberapa waktu terakhir tidak lepas dari menurunnya cakupan imunisasi pada masa pandemi Covid-19. Kondisi tersebut membuat banyak anak tidak memiliki kekebalan terhadap virus campak.
“Karena cakupan imunisasi sempat menurun saat pandemi, anak-anak jadi tidak punya kekebalan. Ketika ada kasus, penularannya menjadi sangat cepat,” ujarnya.
Wilayah dengan kasus terbanyak tercatat berada di Kecamatan Rangkasbitung, seiring jumlah penduduk yang lebih besar dibanding wilayah lainnya. Campak sendiri merupakan penyakit menular yang penyebarannya melalui saluran pernapasan.
Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, batuk pilek, mata kemerahan, hingga muncul ruam merah pada kulit. Masa inkubasi virus campak berkisar antara 10 hingga 14 hari sejak paparan. Dinkes Lebak mengimbau masyarakat untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala tersebut.
Penanganan yang cepat dinilai penting untuk mencegah komplikasi serius seperti pneumonia dan diare berat. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menghindari kontak dengan orang lain saat sakit.
Dinkes Lebak terus menggencarkan upaya pengendalian, termasuk pemantauan kasus dan edukasi kepada masyarakat, guna menekan penyebaran campak di wilayah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....