Meningkatnya Kenakalan Remaja di Banten Dipicu Banyak Faktor
- 10 Apr 2026 12:56 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Kenakalan remaja di Banten terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kepala Seksi A Tindak Pidana Umum Kejati Banten, Sucipto, menyebut fenomena ini dipengaruhi berbagai faktor yang kompleks dan saling berkaitan.
Menurutnya, masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang rentan terhadap pengaruh negatif. Dalam fase ini, remaja cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga mudah mencoba hal-hal baru tanpa mempertimbangkan risiko yang akan dihadapi.
Kondisi tersebut membuat remaja berpotensi terjerumus pada berbagai perilaku menyimpang. Bentuk kenakalan yang kerap terjadi di antaranya penyalahgunaan narkoba, perundungan atau bullying, kekerasan, hingga tawuran antar pelajar.
| Baca juga: Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan Anak |
Sucipto menjelaskan lingkungan keluarga menjadi faktor utama yang memengaruhi perilaku remaja. Keluarga yang tidak harmonis atau broken home dinilai dapat membuat anak kehilangan perhatian dan mencari pelarian di luar rumah.
Selain faktor keluarga, pengaruh teman sebaya juga sangat kuat dalam membentuk karakter remaja. Lingkungan pergaulan yang tidak sehat dapat mendorong remaja untuk mengikuti perilaku negatif demi diterima dalam kelompoknya. “Media sosial juga sangat berpengaruh, karena semua informasi bisa diakses dan ditiru oleh remaja,” ujar Sucipto.
Ia menilai kemudahan akses informasi tanpa pengawasan membuat remaja rentan meniru konten yang tidak sesuai. “Kalau tidak bisa mengambil sisi positif, yang negatif justru ditiru dan berdampak pada kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, hal ini menjadi tantangan besar di era digital saat ini. Lembaganya juga menyoroti penggunaan gawai yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan remaja. Hampir seluruh pelajar kini memiliki akses terhadap telepon genggam yang membuka berbagai informasi tanpa batas.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan pengawasan dan pembinaan sejak dini. Orang tua diharapkan mampu menjadi tempat bagi anak untuk berbagi dan mendapatkan arahan yang tepat.
Selain keluarga, peran sekolah dan lingkungan juga dinilai penting dalam membentuk karakter remaja. Edukasi dan pengawasan yang konsisten diharapkan mampu menekan angka kenakalan remaja di Banten.
Sucito menegaskan upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama. Pendekatan persuasif dinilai lebih efektif dibandingkan penindakan setelah pelanggaran terjadi, terutama untuk menyelamatkan generasi muda dari dampak negatif jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....