Pasokan Belum Stabil, Harga Bumbu Dapur di Pasar Badak Meroket

  • 29 Mar 2026 11:02 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Sejumlah komoditas bumbu dapur di Pasar Badak, Kabupaten Pandeglang, mengalami lonjakan harga signifikan pasca-Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Kenaikan tajam terlihat pada komoditas bawang merah, bawang putih, tomat, hingga cabai rawit oranye akibat belum pulihnya pasokan dari tingkat petani. Para pedagang mengeluhkan kondisi harga yang fluktuatif ini karena berdampak langsung pada penyesuaian modal dan daya beli masyarakat di pasar tradisional.

Pedagang bumbu dapur di Pasar Badak, Aas mengungkapkan, harga bawang merah kini menyentuh angka Rp50 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp35 ribu. Lonjakan serupa juga terjadi pada bawang putih yang kini dijual seharga Rp35 ribu per kilogram dari harga semula Rp25 ribu. Menurutnya, kenaikan yang paling dirasakan pedagang adalah komoditas tomat yang harganya melonjak dua kali lipat menjadi Rp20 ribu per kilogram.

"Setelah Lebaran ini bawang merah naik lagi, sekarang kami jual Rp50 ribu per kilogram. Pasokan dari petani belum normal, jadi barang dari tanah tinggi belum banyak masuk, sementara pembeli tetap ada," ujar Aas, Minggu 29 Maret 2026.

Aas menyebut kondisi harga cabai rawit oranye menjadi komoditas yang paling ekstrem dengan kenaikan mencapai Rp120 ribu per kilogram, padahal beberapa hari sebelumnya masih di angka Rp65 ribu. Meski demikian, menurut Aas komoditas cabai merah keriting justru menunjukkan tren penurunan dari Rp80 ribu menjadi sekitar Rp45 ribu per kilogram. Fenomena naik turunnya harga ini dinilainya membuat pedagang harus ekstra hati-hati dalam menyetok barang guna menghindari kerugian akibat perubahan harga yang mendadak.

Aas menjelaskan, keterbatasan stok dari sentra produksi di wilayah dataran tinggi menjadi pemicu utama meroketnya harga sayur-mayur. Meskipun aktivitas belanja masyarakat mulai menurun dibandingkan masa menjelang hari raya, Ia mengatakan minimnya pasokan barang masuk membuat harga sulit terkendali. Pedagang mencatat bahwa stok di tingkat grosir hingga saat ini belum sepenuhnya pulih seperti sedia kala sebelum momentum lebaran.

Meski harga sejumlah komoditas melonjak, tetapi pedagang memastikan ketersediaan stok fisik di Pasar Badak masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan harian warga. Tantangan utama bagi para pedagang saat ini adalah menjaga keseimbangan harga agar barang tetap laku terjual di tengah kondisi ekonomi pasca-lebaran.

"Mudah-mudahan pemerintah bisa mengatasi kondisi seperti ini supaya harga jangan naik turun terus. Kalau bisa normal, jadi kami pedagang juga bisa menyesuaikan harga dengan lebih seimbang," tambah Aas.

Aas berharap adanya intervensi dari instansi terkait untuk menjaga stabilitas distribusi pangan dari daerah penghasil menuju pasar-pasar di Pandeglang. Kepastian pasokan ini dinilainya menjadi kunci utama agar harga kebutuhan pokok tidak terus berfluktuasi yang dapat memberatkan beban pengeluaran rumah tangga. Pengawasan terhadap alur distribusi diharapkan mampu menekan potensi spekulasi harga di tingkat tengkulak maupun distributor besar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....