Harga Ayam Potong di Pasar Badak Tembus Rp50 Ribu

  • 20 Mar 2026 14:28 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Harga komoditas ayam potong di Pasar Badak Pandeglang mengalami kenaikan drastis hingga menyentuh angka Rp50.000 per kilogram sehari menjelang perayaan Idulfitri 2026. Lonjakan harga yang cukup signifikan ini memaksa konsumen untuk mengurangi volume pembelian guna menyiasati pengeluaran rumah tangga yang membengkak. Meskipun harga melambung tinggi, permintaan masyarakat terhadap daging ayam tetap ada mengingat menu opor ayam merupakan hidangan wajib saat perayaan hari raya di Banten.

Pedagang ayam potong di Pasar Badak, Suherman, mengungkapkan kenaikan harga ini sudah mulai terasa sejak tiga hari terakhir menjelang lebaran. Tren kenaikan harga protein hewani tersebut dinilainya lebih parah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Para pedagang mengonfirmasi fluktuasi harga ini terjadi secara cepat di tingkat pemasok, sehingga berdampak langsung pada harga jual eceran di pasar.

"Kenaikan ini sudah berlangsung dari tiga hari ke belakang. Memang setiap mau lebaran pasti ada kenaikan, tapi tahun ini terlalu parah naiknya dibanding sebelumnya," kata Suherman, Jumat 20 Maret 2026.

Kenaikan harga ini diprediksinya akan terus bertahan hingga hari H lebaran sebelum perlahan melandai pada masa arus balik nanti. Para pedagang memprediksi permintaan masih akan tinggi hingga sore nanti saat masyarakat melakukan persiapan akhir malam takbiran.

Meski harganya melonjak tajam, daging ayam tetap menjadi barang buruan utama karena posisinya sebagai menu wajib saat lebaran di Pandeglang. Salah seorang pembeli di Pasar Badak, Syara, mengeluhkan kenaikan harga yang mencapai lebih dari 30 persen dari harga normal yang biasanya hanya berkisar Rp37.000 per kilogram.

Dampaknya, ia yang memiliki anggota keluarga banyak terpaksa memangkas jatah belanja daging ayam demi efisiensi anggaran. Strategi ini diambilnya agar hidangan khas lebaran tetap tersedia di meja makan meski dalam porsi yang lebih terbatas dibandingkan tahun lalu.

"Harga sekarang sudah naik sampai Rp50.000, padahal biasanya cuma Rp37.000. Karena harganya benar-benar drastis, saya cuma beli satu kilo saja buat syarat, yang penting ada menu opor untuk keluarga di rumah saat lebaran nanti," ujar Syara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....