Pasca-Lebaran, Harga Ayam Potong di Lebak Masih Tinggi

  • 28 Mar 2026 13:58 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Harga daging ayam potong di Lebak masih tinggi, paska lebaran
  • harga daging sapi dan kerbau di Pasar Rangkasbitung masih terpantau stabil.
  • Tingginya harga daging pengaruhi daya beli masyarakat

RRI.CO.ID, Lebak - Pasca-Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, harga daging ayam di Kabupaten Lebak, khususnya di Pasar Rangkasbitung, masih tinggi. Saat ini, harga ayam potong bertahan di angka Rp45 ribu per kilogram. Kondisi ini berbeda dibandingkan sebelum Idulfitri, yang mana harga daging ayam berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang ayam potong di Pasar Rangkasbitung, Oji mengatakan, lonjakan harga sudah terjadi sejak beberapa hari menjelang Lebaran. Dan memengaruhi daya beli masyarakat, pasca-lebaran.

Menurutnya, peningkatan permintaan pada menjelang Idulfitri, menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga.

“Kenaikan sudah terjadi sejak tiga hari sebelum Idulfitri, sampai sekarang harganya masih tinggi di Rp45 ribu per kilogram,” ujar Oji, Sabtu, 28 Maret 2026.

Ia menjelaskan, selain daging ayam, harga jeroan juga mengalami kenaikan. Salah satunya adalah hati dan ampela ayam yang banyak dicari pembeli. “Biasanya hati ampela dijual Rp20 ribu per kilogram, sekarang naik jadi Rp25 ribu per kilogram,” katanya.

Kenaikan harga ini membuat sebagian konsumen mengurangi jumlah pembelian. Namun, permintaan masih relatif stabil meski harga belum kembali normal.

Pedagang lain di pasar yang sama, Rizal, mengaku telah menjual ayam dengan harga normal sejak beberapa hari terakhir.

Ia menyebut harga sudah kembali ke Rp38 ribu per kilogram.

“Sejak Rabu, 25 Maret 2026, saya sudah jual di harga normal Rp38 ribu per kilogram,” kata Rizal.

Menurut Rizal, stabilnya harga di lapaknya dipengaruhi oleh pasokan yang mulai kembali lancar setelah Lebaran. Hal ini membuat harga lebih terkendali. Dalam sehari, Rizal mengaku mampu menjual antara 75 hingga 100 kilogram daging ayam potong.

Penjualan tersebut dinilai cukup stabil meski terjadi perbedaan harga di pasar. “Penjualan masih normal, sehari bisa 75 sampai 100 kilogram, tergantung kondisi pembeli,” ujarnya.

Perbedaan harga antar pedagang ini menunjukkan bahwa kondisi pasar belum sepenuhnya stabil. Faktor distribusi dan stok menjadi penentu utama harga di lapangan. Di sisi lain, harga daging sapi dan kerbau di Pasar Rangkasbitung masih terpantau stabil. Hingga saat ini, harga kedua komoditas tersebut bertahan di angka Rp160 ribu per kilogram.

Rini, ibu rumah tangga warga Cibadak mengataka, tingginya harga daging ayam saat ini membuatnya sementara memilih tidak membeli dan beralih ke tahu tempe yang harganya masih terjangkau.

"Kalau harga terus melambung ya kita harus bijaklah berbelanja, jangan hanya mengikuti kemauan tapi kemampuan juga harus dipikirkan," ucapnya.

Ia berharap pemerintah daerah terus memantau harga bahan pokok agar tetap terkendali pasca Lebaran. "Harapannya pemerintah dapat memantau dan menstabilkan harga pangan, agar tetap terkendali," ujar Rini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....