Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah di Serang Naik 10 Persen

  • 05 Jul 2026 19:06 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Penjualan seragam sekolah di Kota Serang meningkat sekitar 10 sampai 20 persen menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Kenaikan itu dinilai dipengaruhi perubahan pola belanja masyarakat yang membeli seragam lebih awal sejak Ramadan, serta adanya keleluasaan bagi orang tua untuk membeli seragam di luar sekolah.

Pemilik Toko Seragam Tohaga di Kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Zul mengatakan, aktivitas pembelian sudah mulai ramai sejak bulan puasa hingga setelah Idulfitri. Berbeda dengan tahun lalu, ketika pembeli baru memadati toko sekitar dua pekan sebelum masuk sekolah.

"Tahun ini tidak ada bedanya dengan tahun lalu, cuma waktu pembeliannya. Biasanya dua minggu sebelum masuk sekolah sangat padat. Sekarang sejak puasa sampai setelah Lebaran sudah banyak yang membeli. Mungkin mereka sudah tahu harga akan naik, jadi membeli lebih awal," ujarnya saat ditemui di tokonya, Minggu, 5 Juli 2026.

Menurut Zul, perubahan waktu pembelian membuat kepadatan menjelang hari pertama sekolah tidak lagi setinggi tahun sebelumnya. Namun secara keseluruhan, penjualan justru mengalami peningkatan.

"Trennya meningkat sekitar 10 sampai 20 persen. Mungkin karena sekarang orang tua murid dibebaskan membeli seragam, tidak harus di sekolah. Ada pelanggan yang menyampaikan mereka bisa mencari sendiri seragam yang dibutuhkan," katanya.

Selain lebih leluasa memilih tempat belanja, banyak orang tua juga memilih membeli langsung di toko agar ukuran seragam dapat disesuaikan dan barang bisa langsung dibawa pulang tanpa harus menunggu proses distribusi. Zul mengatakan harga seragam tahun ini tetap mengalami penyesuaian mengikuti harga dari pemasok. Namun kenaikannya relatif kecil, hanya sekitar Rp1.000 hingga Rp3.000 per item.

"Kalau masalah harga memang setiap tahun menyesuaikan supplier. Yang agak menjadi tantangan sekarang itu distribusi dari pemasok. Tetapi karena kami sudah bekerja sama lebih dari 20 tahun, pasokan selama ini tetap aman," ucapnya.

Untuk seragam SD, harga kemeja putih lengan pendek dibanderol mulai Rp82.500 hingga Rp115.000, sedangkan lengan panjang berkisar Rp87.000 hingga Rp130.000 sesuai ukuran. Celana maupun rok SD dijual mulai sekitar Rp85 ribu per potong. Sementara harga seragam SMP dan SMA tidak berbeda jauh. Kemeja serta celana atau rok dipasarkan sekitar Rp90 ribu hingga Rp135 ribu per potong, bergantung ukuran.

Zul mengatakan kualitas bahan tetap menjadi perhatian utama. Seragam SD menggunakan katun grade super, sedangkan seragam SMP, SMA, dan Pramuka menggunakan bahan pamatek agar lebih nyaman dan tahan lama digunakan selama satu tahun ajaran. Selain kualitas, ia berupaya menjaga kepercayaan pelanggan yang telah berbelanja secara turun-temurun.

"Dulu orang tuanya datang membeli di sini, sekarang anaknya yang datang membeli untuk anak mereka sendiri. Itu yang kami jaga, kualitas barang tetap baik dan harga tidak terlalu mahal," katanya.

Salah seorang pembeli, Murti warga Taman Banten Lestari (TBL), mengaku membeli seragam abu-abu putih dan Pramuka untuk anak keduanya yang akan masuk SMA. Ia menghabiskan sekitar Rp625 ribu untuk dua kemeja, tiga rok, atribut, dan bordir.

"Kalau menurut saya harganya masih standar. Yang penting kebutuhan sekolah anak sudah lengkap," ujar Murti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....