BPBD Lebak Imbau Waspadai Bencana Hidrometeorologi

  • 07 Mar 2026 05:06 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten. Lebak mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi menyusul meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Lebak.

Kepala BPBD Lebak, Sukanta, mengatakan peringatan tersebut disampaikan guna mengurangi risiko bencana yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi.

“Peringatan kewaspadaan ini untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Sukanta, Jumat 6 Maret 2026.

Ia menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir wilayah Kabupaten Lebak mengalami curah hujan dengan intensitas sedang yang turun sejak pagi, siang, sore hingga dini hari. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

Beberapa bencana yang berpotensi terjadi di antaranya banjir, tanah longsor, serta pergerakan tanah yang dapat mengancam permukiman warga. Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, BPBD Lebak telah menyiagakan posko utama kebencanaan yang beroperasi selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung.

Posko tersebut melibatkan sekitar 30 petugas serta relawan yang disiagakan untuk memantau kondisi di 28 kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Lebak. Petugas juga dilengkapi dengan berbagai peralatan evakuasi guna menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Peralatan tersebut meliputi perahu karet, pelampung, gergaji mesin, tali tambang, tenda darurat, kendaraan operasional hingga logistik kebencanaan.

“Kami berharap masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi, dapat meningkatkan kewaspadaan seiring curah hujan yang cukup tinggi,” ujar Sukanta.

Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik mengatakan, wilayahnya terdampak pergerakan tanah yang menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.

“Sekitar 40 rumah warga mengalami kerusakan cukup parah akibat pergerakan tanah, dan beberapa rumah sudah dikosongkan karena dikhawatirkan roboh,” kata Rafik.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat curah hujan tinggi yang terjadi selama sepekan terakhir telah memicu retakan pada sejumlah bangunan rumah warga.

“Kami meminta warga tetap waspada karena curah hujan yang tinggi membuat tanah bergerak dan menyebabkan keretakan pada rumah warga,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....