Puluhan Kios Pasar Baru Labuan Ludes Terbakar
- 23 Feb 2026 18:03 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Kebakaran hebat menghanguskan puluhan kios di Pasar Baru Labuan, Kabupaten Pandeglang, saat warga bersiap menyambut waktu berbuka puasa. Insiden yang terjadi pada Minggu, 23 Februari 2026 ini menghancurkan blok pedagang sembako dan sayuran hingga mengakibatkan kerugian materi yang cukup besar. Kobaran api yang cepat merambat membuat upaya pemadaman harus dilakukan secara ekstra oleh tim pemadam kebakaran bersama warga sekitar.
Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini melumpuhkan aktivitas ekonomi pedagang yang sedang menghadapi puncak permintaan barang di bulan suci Ramadan. Petugas keamanan pasar sekaligus saksi mata di lokasi kejadian, Rudi menceritakan detik-detik api mulai merembet dari empat warung sebelum akhirnya meluas.
Kondisi semakin mencekam saat kabel listrik di area pasar mengeluarkan ledakan kecil yang menghambat upaya pemadaman manual oleh warga. Bersama masyarakat, ia melakukan tindakan darurat dengan merubuhkan sejumlah bangunan di sisi tertentu guna memutus perambatan api ke area yang lebih luas.
Tindakan ini diambilnya secara spontan saat melihat instalasi listrik pasar mulai mengeluarkan suara ledakan di tengah kobaran api. "Saya pertama lihat itu empat warung sudah terbakar jam setengah enam sore. Lampu banyak yang meletus jadi saya lari lapor ke Damkar, kemudian saya rubuhkan bangunan sebelah sini supaya api jangan menjalar ke sana," ujar Rudi, Senin 23 Februari 2026.
Pengelola Pasar dari PT Sejahtera Labuan (SLS), Tubagus Irfan, mencatat sebanyak 22 hingga 24 kios mengalami kerusakan total akibat amuk si jago merah. Para pedagang yang terdampak musibah ini tercatat berjumlah 16 pemilik yang mayoritas menggantungkan hidup dari berjualan sayur-mayur dan sembako.
Saat ini manajemen pasar sedang melakukan pendataan intensif guna menentukan langkah penanganan darurat bagi para mitra pedagang. Sebagai solusi jangka pendek, pengelola pasar akan merelokasi para pedagang ke kios-kios kosong yang berada di bagian timur pasar.
Area kantong parkir juga disiapkannya sebagai tempat penampungan sementara agar para pedagang tetap bisa menjalankan aktivitas ekonomi. Manajemen menyatakan belum ada rencana pembangunan kembali secara permanen dalam waktu dekat karena masih fokus pada tahap alokasi pedagang.
"Sementara kita alokasi dulu pedagang yang terkena musibah ini ke kios yang kosong di belakang atau di bagian timur. Kita juga ada kantong parkir yang mungkin sementara bisa dipakai untuk berjualan," ujar Tubagus.
Keluhan mendalam dirasakan oleh para pedagang yang baru saja menyetok barang dagangan dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan pasar selama bulan puasa. Usep, salah seorang pedagang ayam yang terdampak, mengaku kerugian materil yang dialaminya sangat besar karena barang satu mobil baru saja tiba di kiosnya.
Ia berharap pihak pengelola segera melakukan langkah percepatan agar para pedagang bisa kembali berdagang di lokasi yang strategis. "Harapannya segera dipercepat karena ini menjelang Lebaran. Barang dagangan baru saja turun satu mobil kemarin, jadi kerugiannya sudah tidak terhitung lagi bagi kami pedagang di sini," kata Usep.
Menurut Usep kini pedagang hanya bisa berharap adanya percepatan pembersihan lahan agar mereka dapat segera kembali beraktivitas di pasar tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....