Pemkab Lebak Lakukan Pemantauan Harga Semabako Jelang Ramadan

  • 02 Feb 2026 15:01 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak telah melakukan pemantauan intensif terhadap arus distribusi barang pokok di berbagai pasar tradisional. Berdasarkan hasil pantauan tersebut, ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Lebak, Yani, memberikan jaminan bahwa pasokan barang ke pasar-pasar di wilayah Lebak sejauh ini masih berjalan lancar tanpa hambatan distribusi yang berarti. "Kami telah melakukan pengecekan di lapangan, dan untuk ketersediaan sembako di pasaran wilayah Kabupaten Lebak dipastikan mencukupi menjelang Ramadan ini," ujar Yani saat ditemui di Rangkasbitung, Senin, 2 Februari 2026.

Selain memastikan stok aman, Yani menjelaskan secara umum harga kebutuhan pokok di pasar masih cenderung stabil. Meski demikian, ia tidak menampik adanya fluktuasi harga pada beberapa komoditas tertentu.Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai rawit orange. Harga bumbu dapur yang pedas ini mengalami kenaikan sebesar Rp5.500 per kilogram dibandingkan harga sebelumnya.

Kenaikan harga juga terlihat pada komoditas minyak goreng yang trennya terus merangkak naik. Hal ini menjadi catatan bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan pengawasan agar tidak terjadi lonjakan yang ekstrem.

Namun, di tengah kenaikan beberapa harga, terdapat kabar melegakan pada komoditas telur ayam. Harga telur yang sebelumnya sempat bertahan tinggi di angka Rp31.000 per kilogram, kini mulai melandai. "Ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan, seperti telur ayam yang sempat bertahan hingga di harga 31 ribu rupiah per kilogram, kini turun menjadi 27 ribu rupiah per kilogram," kata Yani.

Di sisi lain, para pedagang di Pasar Rangkasbitung mulai merasakan dampak dari pergeseran harga ini, terutama pada komoditas minyak goreng yang sangat dibutuhkan rumah tangga dan UMKM.

Saparudin, salah seorang pedagang sembako, mengungkapkan bahwa kenaikan harga minyak goreng terjadi pada tingkat pengecer, baik untuk jenis curah maupun kemasan bersubsidi seperti Minyak Kita.

Saparudin mengeluhkan bahwa kenaikan harga yang terus berlanjut ini mulai membebani kantong konsumen. Hal tersebut secara otomatis berdampak pada volume penjualan pedagang yang mulai menurun. "Untuk minyak goreng curah yang awalnya dijual dengan harga 16 ribu per liter kini menjadi Rp17 ribu, sementara Minyakkita naik dari 17 ribu menjadi Rp18 ribu  per liter," kata Saparudin.

Ia pun sangat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk menstabilkan harga-harga di pasar agar daya beli masyarakat tidak semakin tergerus menjelang bulan puasa. "Kami berharap pemerintah dapat memperhatikan stabilitas harga sembako jelang puasa ini, karena akan mempengaruhi daya beli masyarakat dan berimbas kepada pemasukan pedagang," ujar Saparudin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....