Harga Daging Naik Dipicu Penguatan Dolar Australia
- 02 Feb 2026 14:00 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Harga daging di sejumlah pasar tradisional dan modern di Provinsi Banten mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan harga tersebut menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung pada kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Kondisi ini dipengaruhi oleh masih tingginya ketergantungan pasokan daging dari luar negeri. Sebagian besar daging yang beredar di pasaran Banten merupakan daging impor, khususnya dari Australia.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Iwan Hermawan, mengatakan faktor nilai tukar menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga daging saat ini. “Daging ini kan kebanyakan kita impor ya dari Australia, dan sekarang memang dolar Australia itu sedang tinggi, ada di angka 14.700. Nah ini tentu berpengaruh terhadap harga jual dari distributor atau ke tingkat pengecer,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan dolar Australia menyebabkan biaya impor meningkat. Kondisi tersebut membuat distributor harus menyesuaikan harga jual agar dapat menutup biaya operasional dan distribusi. Penyesuaian harga di tingkat distributor kemudian berdampak hingga ke pengecer di pasar. Pedagang terpaksa menaikkan harga jual daging kepada konsumen akhir.
Selain faktor nilai tukar, proses distribusi dan biaya logistik juga turut memengaruhi harga jual daging di pasaran. Rantai distribusi yang panjang membuat kenaikan biaya semakin terasa di tingkat konsumen.
Disperindag Provinsi Banten terus melakukan pemantauan harga dan pasokan daging di sejumlah pasar. Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan tetap terjaga dan tidak terjadi lonjakan harga yang berlebihan.
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha guna menjaga stabilitas harga di tengah fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan, sembari pemerintah daerah berupaya menjaga pasokan dan kestabilan harga daging di Provinsi Banten.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....