Kecerdasan Buatan Jadi Tantangan Jurnalistik ke Depan

  • 31 Jan 2026 06:36 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Bogor - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi tantangan besar terhadap dunia jurnalistik saat ini. Demikian ditegaskan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria saat menjadi pemateri Retret Bela Negara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Aula Manunggal Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM HAM Kemhan RI, Rumpin, Bogor, Jumat 30 Januari 2026.

Nezar menyebut perkembangan AI yang pesat membuat seluruh platform digital berlomba-lomba menghadirkan teknologi kecerdasan buatan, termasuk dalam produksi konten.

"Tantangan kerja wartawan ke depan soal AI ini tidak main-main. AI terus berpacu memproduksi konten, bahkan konten palsu pun sangat disukai netizen," ujar Nezar.

Ia mengungkapkan hasil riset Reuters yang menunjukkan kondisi media arus utama tengah menghadapi tekanan serius akibat perkembangan AI.

Berdasarkan penelitian tersebut, hanya sekitar 38 persen pemimpin redaksi yang masih percaya diri menghadapi gempuran platform berbasis kecerdasan buatan.

"Banyak pemred yang ternyata tidak lagi percaya pada prospek media mainstream di tengah bombardir AI," katanya.

Meski demikian, Nezar menyampaikan media mainstream masih memiliki kekuatan yang tidak dimiliki AI, yakni liputan langsung di lapangan.

"Hadapi AI dengan berita on the ground atau on the spot, karena metode ini belum bisa disajikan oleh AI," ucapnya.

Nezar meminta media untuk memperkuat produksi konten real time melalui eksplorasi visual, seperti video pendek dan infografis.

Konten human interest juga dinilai sulit digantikan AI karena menyangkut emosi dan empati manusia.

"AI tidak punya emosi. Etika jurnalistik harus tetap menjadi roh profesi wartawan di tengah hiruk-pikuk konten kecerdasan buatan," ujar Wamen.

Meski begitu Nezar mengingatkan risiko AI terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara jika tidak digunakan secara bijak, terutama potensi misinformasi dan manipulasi konten. Maraknya konten palsu berbasis AI, seperti foto dan video dengan latar yang tidak pernah terjadi, namun justru digemari publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....