Pergaulan Bebas dan Godaan Digital jadi Tantangan Penyelematan Genarasi Muda

  • 27 Agt 2026 14:48 WIB
  •  Banten

‎RRI.CO.ID, Serang - Paparan gawai tanpa batas serta pergaulan sebaya menjadi ujian terberat bagi ketahanan remaja masa kini. Imbasnya generasi muda dihadapkan pada ancaman yang dapat merusak kepribadian mereka. Dinamika sosial tersebut menjadi sorotan utama dalam agenda pembekalan Genre Kelas Orang Tua Bersahaja bertema "Bersama Orang Tua Hebat, Remaja Kuat, Keluarga Bahagia Menuju Banten Maju, Indonesia Emas 2045".

‎‎Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Iwan Ardiansyah mengungkapkan tantangan mendidik anak zaman sekarang jauh lebih kompleks dibanding generasi terdahulu. Risikonya kian tinggi ketika anak berada di posisi 'remang-remang' atau kelompok menengah yang mudah terombang-ambing.

‎‎"Yang paling rentan itu anak-anak di posisi tengah. Anak yang sebenarnya baik tapi ada keinginan mencoba hal nakal, atau ragu-ragu. Begitu mereka pegang HP dan mengakses konten yang belum waktunya tanpa pendampingan, mereka sangat mudah terbawa arus lingkungan," kata Iwan, Kamis 27 Agustus 2026.

‎‎Untuk memutus rantai kerentanan tersebut, Iwan menepis berpandangan pengasuhan anak tidak dilakukan satu arah. Hubungan orang tua dan anak harus berjalan dua arah secara seimbang melalui pembagian peran serta pemenuhan kewajiban masing-masing.

‎Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengarahkan anak memilih lingkaran pertemanan. Kegagalan remaja sering kali dipicu akibat salah memilih lingkungan bergaul saat mencoba mandiri di luar rumah.

‎‎Dimyati mendorong para remaja untuk aktif membentengi diri dengan bergabung bersama komunitas positif serta figur-figur teladan yang telah terbukti berprestasi. ‎"Orang tua bertugas memberi arah dan pendidikan yang benar, tapi remaja juga harus jeli memilih kawan. Duduk dan bergaul dengan orang-orang sukses akan menumbuhkan niat serta membawa kita ke arah keberhasilan yang sama," kata Dimyati.

‎Melalui penguatan komunikasi dua arah di meja makan keluarga hingga pengawasan bijak terhadap akses media digital, Pemerintah Provinsi Banten optimistis angka kenakalan remaja dapat ditekan demi melahirkan SDM unggul berdaya saing tinggi. (Cyesilia Tiara Manihuruk)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....