Literasi Digital Perkuat Moderasi Beragama

  • 27 Jan 2026 13:11 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Penguatan literasi digital dinilai penting untuk mendukung moderasi beragama di era media sosial. Hal itu dikatakan Dosen Pendidikan Nonformal FKIP Untirta, Dyah Permata Sari, dalam dialog Moderasi Beragama di RRI Pro 1 Banten, Selasa 27 Januari 2026.

Dia menilai, perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan sekaligus peluang dalam menyebarkan nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di tengah masyarakat yang majemuk. “Literasi digital harus berjalan seimbang dengan literasi beragama agar masyarakat tidak mudah terpengaruh narasi ekstrem,” ujarnya.

Baca juga: Moderasi Beragama Jadi Penopang Kehidupan Harmonis

Ia menjelaskan, derasnya arus informasi di ruang digital membuat masyarakat, khususnya generasi muda, rentan menerima konten keagamaan yang tidak terverifikasi. Tanpa kemampuan berpikir kritis, informasi tersebut berpotensi memicu kesalahpahaman hingga sikap intoleran.

Lebih lanjut Dyah mengatakan, generasi muda yang aktif menggunakan media sosial perlu dibekali keterampilan menyaring dan memverifikasi informasi keagamaan sebelum mempercayai atau menyebarkannya kepada orang lain.

Ia menilai, tanpa pemahaman moderasi beragama, media digital dapat menjadi sarana penyebaran paham radikalisme dan intoleransi yang berpotensi mengganggu kerukunan sosial.Penguatan literasi beragama diharapkan mampu menjadi filter dalam menerima informasi, terutama konten keagamaan yang sensitif dan berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat.

Baca juga: Lebak Punya Tiga Kampung Moderasi Beragama

“Informasi agama tidak boleh diterima secara mentah tanpa verifikasi,” kata dyah.

Dyah menambahkan, penguatan moderasi beragama perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan formal, nonformal, serta ruang-ruang dialog publik agar masyarakat mampu memanfaatkan media digital secara bijak dan tetap menjaga persatuan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....