Mogok Penjualan Daging, Pedagang Bakso Amankan Persediaan sebelumnya

  • 27 Jan 2026 09:03 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Aksi mogok penjualan daging sapi yang berlangsung hingga Selasa berdampak beragam bagi pedagang dan pelaku usaha kuliner di Kota Serang. Di tengah terbatasnya pasokan di pasar, sebagian pedagang kecil memilih bertahan tanpa stok, sementara pelaku usaha bakso mengamankan persediaan lebih awal.

Pedagang sayur Jaya Bersama di Jalan Lingkar Selatan Ciracas, Nur, mengatakan dirinya tidak pernah menyimpan daging sapi dalam jumlah banyak. Menurutnya, daging hanya disediakan jika ada permintaan khusus dari pelanggan. “Di sini enggak pernah nyetok. Paling kalau ada pesanan para pelanggan,” kata Nur, Selasa, 27 Januari 2026.

Ia menyebut permintaan daging sempat datang dari pedagang bakso. Namun setelah mogok penjualan berlangsung, para pedagang bakso memilih mencari pasokan sendiri langsung ke tempat pemotongan. “Mereka nyari sendiri ke pemotong daging. Dapat, tapi harganya lebih tinggi,” ujarnya

Nur menambahkan sebagian pedagang bakso telah mengamankan stok lebih awal sebelum mogok dilakukan. Meski demikian, ia berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena berpotensi membuat pelanggan beralih. “Kalau kelamaan, langganan bisa kabur,” katanya.

Sementara itu, pemilik Bakso Tak Terduga di Jalan Sayabulu, Susi, mengaku aktivitas usahanya masih berjalan normal. Informasi rencana mogok penjualan sudah diterima sejak beberapa hari sebelumnya sehingga ia sempat melakukan persiapan. “Sudah ada info dari pihak daging kalau mau mogok Senin - Selasa, jadi kemarin-kemarin sudah siapin stok, sampai saat ini masih ada, gak tau kalau mogoknya lebih dari dua hari," ujar Susi.

Susi menjelaskan, kenaikan harga daging sapi umumnya terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri. Di luar momen tersebut, harga cenderung stabil. “Biasanya naik itu pas Lebaran saja. Harga normal di kisaran Rp125.000 sampai Rp130.000 per kilo,” ujarnya.

Ia menyebut pada Lebaran terakhir, harga daging sempat menembus Rp135.000 hingga Rp140.000 per kilogram. Kenaikan tersebut bersifat sementara dan kembali turun setelah hari raya. “Lebaran kemarin sempat Rp140.000-an. Habis itu turun lagi ke harga normal,” katanya.

Susi menuturkan, harga bakso di tempat usahanya saat ini masih bertahan Rp13.000 per porsi, meski harga daging sapi sempat mengalami fluktuasi. Ia mengatakan penyesuaian harga biasanya hanya dilakukan jika terjadi kenaikan signifikan, terutama pada momen Lebaran. “Sekarang masih Rp13.000 per porsi. Kalau daging naiknya pas Lebaran, biasanya bakso juga ikut naik,” ujarnya.

Susi berharap aksi mogok penjualan daging sapi tidak berlangsung lama. Menurutnya, jika mogok diperpanjang, pelaku usaha kecil akan kesulitan menjaga ketersediaan bahan baku. “Mudah-mudahan enggak lama mogoknya. Kalau sampai diperpanjang, kami juga bakal kesulitan,” ujar Susi.

Dalam beberapa waktu terakhir, pergerakan nilai tukar dolar Australia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga sapi potong di Kota Serang. Kondisi tersebut berdampak pada harga sapi hidup impor, meski ketersediaan stok daging di pasaran masih terpantau aman.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....