Anggaran Pemeliharaan Jembatan di Pandeglang Hanya Rp400 Juta

  • 26 Jan 2026 18:09 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang menyiapkan anggaran sekitar Rp400 juta, untuk pemeliharaan rutin jembatan tahun 2026. Anggaran sebesar itu diperuntukkan untuk pemeliharaan 33 jembatan.

Jumlah tersebut diakui masih jauh dari kata ideal. Soalnya, DPUPR menaksir biaya penanganan total untuk satu jembatan bisa mencapai Rp1 miliar.

Baca juga: Kolaborasi Lintas Sektor Atasi Jembatan Putus di Pandeglang

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Pandeglang, Andrian Wisudawan menjelaskan, kondisi fiskal daerah yang terbatas membuat pemerintah daerah tidak mampu melakukan pembangunan jembatan baru dan hanya mengandalkan perbaikan skala kecil atau pemeliharaan rutin.

"Kalau kita mengalokasikan satu jembatan itu satu miliar rupiah, sudah 33 jembatan. Penanganan untuk jembatan tersebut totalnya sekitar 28 miliaran," ucap Andryan, Senin 26 Januari 2026.

Baca juga: Andalkan Bantuan Provinsi, DPUPR Pandeglang Fokus Penanganan Jembatan

DPUPR mengakui biaya penanganan jembatan jauh lebih mahal dibandingkan pembangunan jalan, karena satu jembatan kecil setara dengan biaya pembangunan ratusan meter jalan aspal. Akibatnya, penanganan kerusakan permanen seringkali tertunda dan hanya bisa dilakukan melalui langkah-langkah darurat yang bersifat sementara.

Bantuan dari pihak luar menjadi satu-satunya jalan keluar bagi Pemkab Pandeglang saat ini. Oleh karenanya, DPUPR terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat agar bisa menutup celah anggaran yang ada. Tanpa adanya bantuan keuangan dari luar daerah, DPUPR khawatir akan semakin banyak jembatan rusak tetap akan berada dalam kondisi darurat dalam waktu yang lama.

"Memang biaya anggaran jembatan itu cukup fantastis, hampir membandingkan satu jembatan itu dengan 100 meter jalan," katanya.

Baca juga: Pandeglang Alokasikan Rp1 Miliar untuk Pemeliharaan Jalan 2026

DPUPR menargetkan penanganan jembatan tahun ini tidak dipatok secara spesifik, tetapi melihat dengan kondisi dari jembatan serta merespons kerusakan yang sifatnya mendesak atau urgen.

“Fokus utama saat ini adalah memastikan mobilitas warga tidak terhenti total meskipun harus menggunakan infrastruktur jembatan darurat,” kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....