Aren Lab Kembangkan Inovasi Produk Gula Aren
- 26 Jan 2026 17:57 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak – Inovasi produk menjadi salah satu strategi Aren Lab dalam mengembangkan usaha gula aren berbasis potensi lokal di Provinsi Banten. Inovasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan gula aren cair yang menyasar segmen usaha kedai kopi atau coffee shop.
Owner Aren Lab, Joe, yang akrab disapa Tuan Aren mengatakan, produk gula aren cair lahir dari pengamatannya terhadap tren kopi susu gula aren yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Ia melihat kebutuhan pelaku usaha kopi terhadap gula aren yang praktis dan konsisten kualitasnya.
“Saya lihat gula aren itu dari awal sebenarnya sudah cair. Kenapa tidak dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan coffee shop,” ujarnya dalam program UMKM Bicara, Senin, 26 Januari 2026.
Menurut Joe, selama ini pelaku usaha kopi kerap menggunakan gula aren batok atau gula semut yang kemudian dilelehkan kembali. Padahal, secara proses, gula aren sejak awal memang berbentuk cair sebelum dikristalkan.
Produk gula aren cair Aren Lab pun diarahkan untuk pasar business to business (B2B), khususnya kedai kopi di wilayah Rangkasbitung dan Serang. Selain itu, Aren Lab juga mengembangkan produk gula aren serbuk atau gula semut yang menyasar kebutuhan rumah tangga.
Joe menjelaskan, gula aren memiliki karakter rasa dan aroma khas sehingga penggunaannya tidak sekadar sebagai pemanis. Oleh karena itu, gula aren lebih tepat diposisikan seperti sirup beraroma. “Aren itu bukan cuma manis, tapi punya rasa dan aroma. Jadi dia punya karakter sendiri,” katanya.
Dalam menjaga kualitas produk, Aren Lab memperhatikan proses pengolahan sejak dari nira hingga pengemasan. Ia menyebutkan, gula aren cair memiliki masa simpan lebih singkat dibandingkan gula aren padat karena tidak melalui proses kristalisasi penuh. “Kalau gula cair, masa simpannya memang lebih pendek. Kalau terlalu lama bisa berubah rasa karena fermentasi,” ujarnya.
Saat ini, Aren Lab bekerja sama dengan sekitar 10 hingga 20 petani lokal. Dari jumlah tersebut, terdapat lima petani yang aktif memproduksi nira setiap hari secara berkelanjutan.
Joe menambahkan, pengembangan produk tidak dilepaskan dari misi Aren Lab untuk memperkuat ekosistem aren, mulai dari literasi, ekonomi, hingga keberlanjutan petani dan pohon aren itu sendiri.
Dalam pemasaran, Aren Lab memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram, sebagai sarana edukasi sekaligus promosi produk. Ke depan, Aren Lab berencana memperluas penetrasi pasar dengan menghadirkan pengalaman langsung kepada konsumen melalui rencana pembukaan gerai offline. “Kami ingin menghadirkan pengalaman menikmati produk turunan aren, bukan hanya satu produk saja,” katanya.
Ia berharap upaya tersebut dapat mendorong pertumbuhan usaha sekaligus memberi dampak bagi petani dan ekosistem aren di Banten.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....