Sambut Jalan Tol, Pandeglang Promosikan Kawasan Industri
- 26 Jan 2026 16:20 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Rencana dibukanya jalur jalan tol yang melintasi wilayah Kabupaten Pandeglang diproyeksikan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan kawasan industri. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, kini mulai gencar mempromosikan sejumlah titik strategis seperti Kawasan Industri Bojong dan Cikeusik kepada para investor potensial di dalam maupun luar negeri.
Penata Kelola Penanaman Modal DPMPTSP Pandeglang, Dhania mengungkapkan bahwa minat investor terhadap wilayah Bojong mulai terlihat seperti potensi pertanian sebagai lumbung pangan serta seiring dengan progres infrastruktur. Akses jalan tol dinilainya menjadi kunci utama yang memudahkan konektivitas logistik dan operasional perusahaan di masa depan.
"Dengan adanya jalur tol, ini menjadi kerja keras kita untuk mempromosikan kawasan industri. Saat ini sudah mulai ada pelaku usaha yang tertarik dengan wilayah Bojong," ucap Dhania, Senin, 26 Januari 2026.
Baca juga: Realisasi Investasi Pandeglang Tembus Rp 1,197 Triliun
Selain Bojong, wilayah lain seperti Cikeusik dan kawasan pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung juga terus didorong untuk menarik minat penanam modal. Pemerintah daerah berharap masuknya industri manufaktur maupun pengolahan dapat membuka peluang lapangan kerja yang luas bagi masyarakat lokal di Pandeglang.
Meski peluang terbuka lebar, ia mengakui ketersediaan infrastruktur pendukung di dalam kawasan industri itu sendiri masih perlu terus ditingkatkan. Menurutnya promosi ke luar daerah akan terasa hambar jika kondisi lahan dan regulasi teknis di lapangan belum sepenuhnya siap menerima lonjakan industri skala besar.
"Kita fokus mempromosikan kawasan industri ke luar, barangkali ada yang berminat. Harapannya dengan akses tol ini akan banyak investor datang dan memberikan peluang kerja bagi masyarakat," katanya.
Baca juga: Investasi di Pandeglang Masih Lesu
DPMPTSP mencatat hingga saat ini, sektor makanan masih menjadi pemimpin realisasi investasi, menggeser sektor pertanian dan perumahan yang sempat menjadi primadona pada tahun-tahun sebelumnya. Pergeseran tren ini menuntut pemerintah daerah untuk lebih fleksibel dalam menyediakan ruang bagi berbagai jenis industri yang ingin masuk.
Dengan strategi promosi yang terintegrasi dengan akses infrastruktur nasional, DPMPTSP optimis dapat mengubah wajah ekonomi daerah dari agraris menuju kawasan industri yang kompetitif. Kerjasama lintas sektoral untuk menyiapkan sumber daya manusia lokal diharapkan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari rencana besar pengembangan kawasan ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....