Berjualan Jadi Harapan Kecil Hasnah Bantu Ekonomi Keluarga

  • 26 Jan 2026 11:34 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Demi membantu perekonomian keluarga, Hasnah memulai hari sejak subuh, menyiapkan berbagai jajanan untuk dijual di pelataran Kantor Kecamatan Kasemen. Setiap potongan membawa harapan kecil bagi keluarganya.

Di atas alas plastik sederhana, satu per satu jajanan ditata rapi. Cireng, cilok, boci, donat, cibai, bacang, bakwan jagung, pisang goreng, martabak, hingga air mineral. Semua masih dijinjing dan lesehan. Dengan tangan cekatan, sambil membawa anaknya berjualan, ia tetap sigap melayani pembeli.

Sejak pukul 05.00 WIB, Hasnah sudah memulai aktivitasnya. Dari rumahnya yang berada di belakang kantor kecamatan, ia berjalan kaki sambil membawa dagangan. Setiap hari, Senin hingga Jumat, pelataran kecamatan menjadi tempatnya mencari nafkah.

“Saya jualan di sini setiap hari. Mulainya jam dua siang sampai jam enam sore. Kecuali Sabtu sama Minggu libur. Tapi mulai masak dari subuh. Rumah saya di belakang kecamatan, jadi ke sini jalan kaki,” ujar Hasnah, Senin, 26 Januari 2026.

Berjualan menjadi pilihan Hasnah untuk menambah penghasilan keluarga. Suaminya bekerja sebagai kuli bangunan, namun belakangan jarang mendapat pekerjaan karena musim hujan. Dari dagangan sederhana ini, Hasnah berharap uang tetap berputar. “Enggak cari untung besar. Biar muter aja,” katanya.

Hasnah sengaja mematok harga jajanan serendah mungkin agar terjangkau bagi anak-anak sekolah yang menjadi pembeli utamanya. Beberapa jenis jajanan dijual mulai dari seribu rupiah, seperti donat dan gorengan, sehingga pelajar tetap bisa jajan meski dengan uang saku terbatas.

“Donat sama gorengan saya jual seribu rupiah. Buat anak sekolah enggak bisa mahal-mahal. Yang penting mereka bisa jajan, dagangan saya juga habis,” ujar Hasnah sambil tersenyum. Meski untung yang didapat tidak besar, Hasnah tetap bersyukur.

Setiap hari, pendapatan Hasnah tidak besar biasanya memperoleh pemasukan bersih sekitar lima puluh sampai enam puluh ribu rupiah setelah dipotong modal dan kebutuhan kecil. Meski kecil, uang itu tetap berputar untuk membeli bahan dagangan berikutnya dan menambah penghasilan rumah tangga. “Paling bersih lima puluh sampai enam puluh ribu sehari. Itu juga sudah termasuk modal dan kebutuhan kecil,” katanya.

Menurut Hasnah, yang terpenting adalah dagangan habis dan uang tetap berputar. Anak-anak sekolah dari SMA 4 Kota Serang yang sedang latihan Pasukan Pengibar Bendera mulai berdatangan. Salah satu siswa SMA 4 Kota Serang, Debi mengaku sering membeli bacang dan bakwan. “Lagi jajan bacang sama bakwan. Kalau lagi latihan Paskibra, sering beli di Ibu ini. Enak semua, harganya juga terjangkau sama kita-kita,” kata Debi.

Selain pelajar, pegawai kantor juga menjadi pelanggan tetap. Ibu Kusnia, ASN dari Kelurahan Kasunyatan, rutin membeli martabak untuk keluarga. “Biasanya habis rapat saya mampir beli martabak Bu Hasnah. Rasanya enak, harganya pas,” ujarnya.

Jika dagangan di pelataran kecamatan tidak habis, Hasnah tidak ragu untuk berkeliling kampung pada sore hari, menawarkan jajanan dari rumah ke rumah agar dagangannya tetap laku.

Harapan Hasnah memiliki gerobak besi sendiri. Baginya dengan gerobak, dagangannya bisa lebih rapi, lebih mudah dibawa, dan ia tidak perlu letih berkeliling seperti sekarang. Harapan sederhana itu menjadi semangatnya setiap hari untuk terus berjualan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....