Belum 100 Persen Siswa di Kota Serang Bisa Mengaji

  • 09 Jul 2026 07:01 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Jumlah siswa di Kota Serang yang belum mampu membaca Al-Qur'an diperkirakan tinggal sekitar 15 persen. Angka tersebut diperoleh dari pendataan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Serang yang terlibat dalam pelaksanaan program Serang Mengaji di sekolah-sekolah.

Ketua Presidium FSPP Kota Serang, Saiful Umam, mengatakan penurunan jumlah siswa yang belum bisa mengaji menunjukkan perkembangan positif sejak program Serang Mengaji diterapkan di sekolah. "Program Serang Mengaji ini betul-betul terasa. Anak-anak yang sebelumnya belum bisa mengaji sekarang sudah banyak mengalami peningkatan. Kalau program ini tidak ada, kemungkinan jumlah yang belum bisa mengaji akan lebih banyak," kata Saiful usai bertemu Wali Kota Serang, Rabu, 8 Juli 2026.

Menurutnya, hasil pendataan yang dilakukan Satgas Serang Mengaji menunjukkan siswa yang belum mampu membaca Al-Qur'an kini diperkirakan tinggal sekitar 15 persen. Satgas melakukan pemetaan kemampuan membaca Al-Qur'an sebagai dasar pembelajaran di sekolah.

"Kami melakukan pemetaan terlebih dahulu. Mana yang sudah bisa membaca Al-Qur'an, mana yang masih belajar Iqra. Jadi pembinaannya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak agar proses belajarnya lebih efektif," ujarnya.

Ia menjelaskan, relawan Serang Mengaji juga diterjunkan saat pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Pendataan sejak awal dilakukan agar sekolah mengetahui kemampuan membaca Al-Qur'an setiap peserta didik sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Selain mendukung pelaksanaan Serang Mengaji, FSPP mulai mempersiapkan peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang akan digelar pada Oktober mendatang. Persiapan tersebut menjadi salah satu agenda yang dibahas bersama Pemerintah Kota Serang.

Dalam pertemuan itu, FSPP juga mengusulkan pemanfaatan bekas Kantor Kelurahan Kagungan di kawasan Pekarungan sebagai sekretariat permanen organisasi. Selama ini, FSPP yang menaungi pondok pesantren salafi maupun modern di Kota Serang belum memiliki kantor tetap.

"Alhamdulillah, Pak Wali Kota merespons baik usulan tersebut. Mudah-mudahan kami segera memiliki sekretariat sehingga koordinasi antarpondok pesantren bisa semakin baik," ucap Saiful.

Ia berharap dukungan terhadap program Serang Mengaji terus diperkuat agar semakin banyak siswa mampu membaca Al-Qur'an dan angka buta huruf Al-Qur'an di Kota Serang terus menurun. "Harapan kami, seluruh elemen masyarakat ikut mendukung Serang Mengaji. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar pula peluang kita menghilangkan buta huruf Al-Qur'an di Kota Serang," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....