DLH Cilegon Kumpulkan Ribuan Pohon untuk Reboisasi Tambang

  • 20 Jan 2026 18:11 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Cilegon - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, telah mengumpulkan ribuan pohon untuk mengatasi bencana banjir di Kota Cilegon. Ribuan pohon yang terkumpul hasil dari partisipasi ASN belum seluruhnya didistribusikan.

Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin menyampaikan, DLH Kota Cilegon masih membahas teknis lokasi penanaman bersama Bidang Sumber Daya Alam (SDA) pada Setda Kota Cilegon, termasuk menghitung kebutuhan pohon berdasarkan luas area tanam. "Fokus awal penanaman akan diarahkan ke wilayah selatan Kota Cilegon. Sambil menunggu pemetaan titik tanam secara menyeluruh," ucap Sabri di lingkungan Pemkot Cilegon, Selasa 20 Januari 2026.

Adapun jenis tanaman yang dikumpulkan, Sabri menyatakan, DLH Kota Cilegon mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Cilegon yang merekomendasikan pohon-pohon keras seperti mahoni, jati, ketapang, dan abasia. Dimana pohon-pohon tersebut dinilai sesuai dengan karakter vegetasi dan kondisi lingkungan Kota Cilegon. "Tentunya pohon yang disebutkan dalam surat edaran merupakan jenis pohon yang sesuai dengan karakteristik alam Kota Cilegon," katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, pada tahap awal pencanangan, sebanyak 8.778 pohon telah terkumpul dari partisipasi pegawai di lingkungan Pemkot Cilegon. Pohon-pohon tersebut akan disebar dan ditanam di lahan-lahan prioritas yang telah diinventarisasi oleh Dinas Lingkungan Hidup kota Cilegon selaku leading sector.

"DLH Cilegon telah menginventarisasi lahan-lahan yang membutuhkan, seperti bantaran sungai, lahan tidak produktif, dan wilayah rawan longsor," kata Aziz

Aziz menyebut, dalam pencanangan sebelumnya juga terdapat bantuan dari DLH Provinsi Banten sebanyak kurang lebih 300 pohon. Ke depan, seluruh proses penanaman akan dikoordinir oleh DLH Kota Cilegon, termasuk melibatkan sektor industri di kota baja.

"Satgas banjir menyiapkan beberapa langkah, diantaranya menutup aktivitas pertambangan di hulu, membuat tandon air, membuka kembali aliran sungai yang tertutup," terangnya. "Selain itu, juga melakukan normalisasi sungai, serta memperbesar dimensi gorong-gorong di jalan nasional," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....