Normalisasi Sungai Jadi Fokus Penanganan Banjir Kota Serang

  • 14 Jan 2026 17:38 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Banjir yang melanda Kota Serang beberapa hari terakhir menuntut langkah cepat pemerintah. Walikota Serang, Budi Rustandi memimpin rapat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) dan pemerintah daerah untuk menata pembagian proyek penanganan banjir, mulai dari normalisasi sungai hingga pengawasan alat berat di lapangan.

Rapat koordinasi yang digelar di Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) itu membahas titik-titik rawan banjir di lintas wilayah sungai. Diskusi difokuskan pada pembagian tugas antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan balai teknis agar pengerjaan proyek berjalan lebih cepat dan tidak tumpang tindih.

Wali Kota Serang Budi Rustandi menyebutkan, pemerintah provinsi akan menangani proyek lama yang sempat terkendala, sementara BBWSC3 dan balai teknis akan fokus di wilayah Ciwaka dan aliran sungai yang terdampak. Dengan pembagian tugas yang jelas, pengerjaan di lapangan diharapkan lebih cepat dan efisien.

“Setiap tahap pekerjaan harus terpantau. Alat berat dan personel siap agar pengerjaan tidak tertunda,” kata Budi, seraya menekankan koordinasi lintas wilayah sebagai kunci utama, mengingat banjir bukan persoalan satu daerah saja.

Kepala BBWSC3, Dedi Yudha, menambahkan, langkah penanganan banjir dalam jangka pendek meliputi normalisasi sungai, pembersihan sedimen, serta penertiban lahan yang melanggar di sepadan sungai. Fokus utama penanganan berada di Sungai Ciwaka, Komplek Grand Sutera, Sungai Cibanten, Kali Mati, Kroya, dan beberapa sungai lainnya.

Menurut Dedi, pemukiman yang berada di sepadan sungai meningkatkan debit air saat hujan tinggi sehingga menyebabkan banjir. “Dengan langkah-langkah ini, kami berharap debit air bisa dikendalikan dan risiko banjir di Kota Serang berkurang,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....