Penanganan Tumpukan Sampah di Sungai Cibanten Akan Dilanjutkan
- 07 Jun 2026 14:39 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Pembersihan Sungai Cibanten di wilayah Kelurahan Unyur, Kota Serang, belum sepenuhnya tuntas. Meski sekitar 15 ton sampah berhasil diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong, tim gabungan masih menghadapi tumpukan sampah besar yang menutup sebagian aliran sungai di Kampung Pamindangan.
Selama dua hari terakhir, petugas pemerintah, relawan lingkungan dan anggota Pramuka berjibaku mengangkat sampah rumah tangga yang menumpuk di sejumlah titik Sungai Cibanten. Sampah tersebut sebelumnya tersangkut pada pohon tumbang sehingga terus bertambah akibat terbawa arus dari wilayah hulu.
Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten, Lulu Jamaludin, mengatakan proses pembersihan telah berhasil mengurangi tumpukan sampah di beberapa lokasi. Namun masih ada satu titik yang memerlukan penanganan lanjutan karena sulit dijangkau kendaraan pengangkut.
“Masih ada tumpukan sampah di Kampung Pamindangan yang belum bisa dievakuasi seluruhnya. Lokasinya cukup sulit dijangkau dan volume sampahnya sangat besar,” kata Lulu, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurut dia, tim gabungan berhasil mengangkut sekitar 15 ton sampah selama dua hari kegiatan. Sampah didominasi plastik, styrofoam, serta limbah rumah tangga lain yang bercampur ranting pohon dan bambu.
Pengangkutan dilakukan menggunakan lima dump truck menuju TPA Cilowong. Sebelum diangkut, sampah harus dipindahkan secara manual dari badan sungai ke titik yang dapat dijangkau kendaraan.
Pada hari pertama, petugas fokus mengurai tumpukan sampah yang berada di tengah aliran sungai. Keesokan harinya, proses dilanjutkan dengan memindahkan sampah ke sejumlah titik pengumpulan di kawasan Pipa Gas Unyur, Jembatan Kidemang, Kampung Kelanggaran dan Kampung Angsana.
Lulu menjelaskan, titik penumpukan di Kampung Pamindangan menjadi pekerjaan paling berat. Sampah menutup aliran sungai sepanjang sekitar 50 meter dengan lebar tujuh meter dan ketebalan mencapai 70 sentimeter.
“Untuk lokasi itu, sampah harus diurai terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke daratan. Kami masih membutuhkan waktu dan tenaga tambahan agar seluruh tumpukan bisa diangkat,” ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan mengatakan, pembersihan sungai dilakukan untuk mengembalikan fungsi aliran air sekaligus mengurangi risiko banjir saat debit sungai meningkat.
Menurut Arlan, keberadaan sampah dalam jumlah besar di Sungai Cibanten menjadi pengingat masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Dampaknya bisa menghambat aliran air dan memicu banjir ketika hujan deras,” katanya.
Pembersihan Sungai Cibanten melibatkan Dinas PUPR Provinsi Banten, BPBD Provinsi Banten, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWS C3), Komunitas Peduli Sungai Banten, Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang serta anggota Pramuka.
Tim gabungan berencana melanjutkan proses evakuasi di titik yang masih tersisa hingga aliran Sungai Cibanten kembali terbuka dan berfungsi normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....