Museum Multatuli Gelar Lomba Edukatif Kultural

  • 10 Des 2025 06:21 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata secara resmi membuka Lomba Edukatif Kultural Museum 2025, Selasa, (9 /12/2025). Kegiatan berlangsung di Pendopo Museum Multatuli Rangkasbitung dan dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, termasuk generasi muda yang antusias memeriahkan kompetisi tahun ini.

Pembukaan lomba tersebut menandai langkah penting dalam menghidupkan kembali museum sebagai ruang publik yang edukatif, interaktif, dan dinamis. Pemerintah daerah menegaskan bahwa museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda-benda sejarah, tetapi juga pusat pembelajaran budaya dan identitas lokal.

Lomba Edukatif Kultural Museum tahun ini mengusung tema “Menyala Museumku”, sebuah tema yang mencerminkan upaya untuk menjadikan museum sebagai ruang yang hidup dan dekat dengan masyarakat. Tema ini juga diharapkan mampu membangkitkan semangat kreativitas, inovasi, dan kecintaan terhadap nilai-nilai sejarah.

Rangkaian perlombaan yang digelar cukup beragam dan dirancang untuk menjangkau berbagai minat peserta. Di antaranya adalah Lomba Storytelling, Lomba Menggambar, dan Lomba VLOG (Video Blog) yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi melalui medium visual, verbal, maupun digital.

Peserta lomba berasal dari berbagai jenjang dan kalangan masyarakat. Lomba ini dibuka untuk siswa tingkat SMP dan SMA/sederajat, serta masyarakat umum, sehingga memberikan kesempatan luas bagi publik untuk terlibat aktif dalam pelestarian budaya lokal melalui karya-karya kreatif.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Yosep Muhammad Holis, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya pemerintah untuk mendekatkan museum kepada masyarakat. “Kami ingin museum tidak hanya dilihat sebagai bangunan, tetapi sebagai ruang belajar yang menyala, menginspirasi, dan menggerakkan kreativitas generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang lebih peduli terhadap sejarah dan kebudayaan daerah. “Museum Multatuli menyimpan banyak kisah yang berharga. Melalui lomba ini, kami ingin anak-anak dan masyarakat kembali menengok sejarah mereka sendiri, mengenal jati dirinya, dan bangga menjadi bagian dari budaya Lebak,” kata Yosep.

Kepala UPT Museum Multatuli, Ubadilah Muchtar, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting bagi museum untuk semakin dekat dengan publik. Menurutnya, museum harus terus beradaptasi agar tetap relevan. “Museum harus hidup, harus menyala. Lomba ini adalah bagian dari cara kami membuka ruang seluas-luasnya untuk masyarakat agar museum tidak hanya dikunjungi, tetapi juga dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ubadilah juga menegaskan bahwa peran museum bukan sekadar menjaga artefak, tetapi juga merawat ingatan kolektif masyarakat. “Ketika museum menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak dan remaja, maka kami berhasil menghadirkan kembali fungsi museum sebagai rumah pengetahuan dan ruang dialog budaya,” katanya.

Pelaksanaan lomba yang meriah ini mendapat respons positif dari para peserta maupun pendamping. Banyak yang menilai kegiatan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga pengalaman belajar yang memperkaya wawasan tentang budaya Lebak dan nilai sejarah yang terkandung dalam Museum Multatuli.

Kegiatan pembukaan berjalan lancar dan penuh semangat, ditandai dengan antusiasme tinggi peserta yang langsung memadati area museum. Panitia berharap lomba ini dapat menghasilkan karya terbaik yang mencerminkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya daerah.

Dengan diselenggarakannya Lomba Edukatif Kultural Museum 2025, Pemerintah Kabupaten Lebak berharap Museum Multatuli semakin berperan sebagai pusat pembelajaran budaya yang inklusif, inspiratif, dan relevan bagi generasi masa kini dan mendatang. Kegiatan ini sekaligus mempertegas upaya berkelanjutan pemerintah dalam menjadikan museum sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....