Persamaan Bung Karno dan Multatuli, Sama-sama Memperjuangkan Rakyat Kecil

  • 02 Jun 2026 20:28 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak – Wakil Bupati Kabupaten Lebak, Amir Hamzah menyebut tokoh kemerdekaan Indonesia Bung Karno dan Edward Douwes Dekker atau Multatuli memiliki kesamaan dalam memperjuangkan nasib rakyat kecil pada masa penjajahan Belanda. Pernyataan tersebut disampaikan Amir Hamzah saat memberikan sambutan pada pembukaan Festival Bung Karno atau kegiatan Bulan Bung Karno 2026 di Musium Multatuli, Rangkasbitung , Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Amir Hamzah, perjuangan Bung Karno dan Multatuli memiliki tujuan yang sama, yakni membela masyarakat kecil yang mengalami ketidakadilan akibat sistem kolonial. Ia mengatakan, keduanya merupakan figur yang memiliki keberpihakan kuat terhadap rakyat yang tertindas.

“Antara Bung Karno dan Edward Douwes Dekker atau Multatuli memiliki kesamaan, yaitu sama-sama memperjuangkan rakyat kecil pada masa penjajahan Belanda,” kata Amir Hamzah.

Amir menjelaskan, perbedaan perjuangan kedua tokoh tersebut terletak pada media atau alat yang digunakan untuk menyampaikan gagasan. Menurutnya, Multatuli menggunakan tulisan sebagai sarana perlawanan terhadap praktik ketidakadilan yang terjadi pada masa kolonial. Bung Karno lebih banyak menggunakan pidato dan gerakan politik untuk membangkitkan kesadaran rakyat Indonesia.

“Kalau Multatuli berjuang dengan pena dan tulisan-tulisannya, Bung Karno berjuang melalui pidato-pidato yang membangkitkan semangat rakyat untuk meraih kemerdekaan,” ujarnya.

Amir menilai, nilai-nilai perjuangan kedua tokoh tersebut masih sangat relevan untuk dijadikan inspirasi oleh generasi muda saat ini. Ia berharap Festival Bung Karno dapat menjadi ruang edukasi sejarah sekaligus penguatan nilai kebangsaan.

Menurut Amir, masyarakat perlu terus mengingat perjuangan para tokoh yang telah memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan. Kegiatan Bulan Bung Karno tahun ini mengangkat semangat nasionalisme dan keberpihakan kepada rakyat sebagai bagian dari warisan pemikiran Bung Karno.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, prinsip perjuangan Bung Karno selalu menempatkan rakyat kecil sebagai pusat perhatian. Menurutnya, Bung Karno menolak segala bentuk penjajahan dan penindasan yang merugikan masyarakat.

“Dalam prinsip Bung Karno, rakyat kecil tidak boleh mengalami penjajahan maupun penindasan dalam bentuk apa pun,” ujar Hasto.

Ia menegaskan cita-cita kemerdekaan bukan hanya membebaskan bangsa dari penjajahan fisik, tetapi juga mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Hasto menambahkan bahwa perjuangan untuk membela kaum marhaen harus terus dilanjutkan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Karena itu, semangat membela rakyat kecil harus terus hidup dan menjadi bagian dari gerakan kebangsaan kita,” katanya.

Menurut Hasto, pemikiran Bung Karno mengajarkan pentingnya keberanian melawan ketidakadilan serta membangun kemandirian bangsa. Ia juga mengajak generasi muda untuk mempelajari sejarah perjuangan bangsa agar tidak kehilangan arah dalam menghadapi tantangan masa depan.

Festival Bung Karno 2026 di Museum Multatuli direncanakan berlangsung dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi kebangsaan, pameran sejarah, pertunjukan seni budaya, hingga kegiatan edukasi bagi pelajar.

Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap nilai-nilai perjuangan Bung Karno dan Multatuli dapat terus dikenang serta menjadi inspirasi dalam membangun masyarakat yang adil, berdaulat, dan berpihak kepada rakyat kecil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....