Festival Mustikarasa Kenalkan Kuliner Lebak Kepada Masyarakat
- 20 Jun 2026 14:24 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak – Festival Kuliner Mustikarasa yang digelar dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026 di museum Multatuli, Kabupaten Lebak, mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 20 Juni 2026 tersebut, menjadi salah satu agenda yang paling banyak dikunjungi masyarakat dsri luar daerah.
Tidak hanya warga Kabupaten Lebak, festival ini juga menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah di luar Lebak. Beragam kuliner tradisional dan hasil pertanian khas Lebak dipamerkan sekaligus dijual kepada pengunjung yang datang.
Stan-stan kuliner tampak ramai dipadati masyarakat yang ingin mencicipi makanan khas daerah yang selama ini jarang ditemukan di pusat perbelanjaan modern. Festival Kuliner Mustikarasa diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperingati Bulan Bung Karno sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat luas.
Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Lebak-Pandeglang, Bonnie Triyana, yang merupakan putra asli Kabupaten Lebak, dan salah satu pemrakarsa kegiatan. Menurut Bonnie, festival ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan pameran kuliner.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengenang perjalanan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, saat berada di Lebak pada era 1930-an. “Festival Kuliner Mustikarasa tidak hanya untuk merayakan Bulan Bung Karno dan mengenang perjalanan Bung Karno ketika berada di Lebak pada tahun 1930-an, tetapi juga untuk memperkenalkan dan melestarikan kuliner khas Lebak yang memiliki cita rasa unik dan berbeda dengan daerah lain,” kata Bonnie Triyana, Jum'at, 19 Juni 2026.
Bonnie menambahkan, pelestarian kuliner daerah perlu terus dilakukan agar tidak tergerus perkembangan zaman. Generasi muda harus dikenalkan sejak dini terhadap berbagai makanan tradisional yang menjadi identitas budaya masyarakat Lebak.
“Melalui festival ini kami ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kuliner khas Lebak sehingga warisan budaya ini tetap lestari dan dikenal oleh masyarakat luas,” ujarnya. Berbagai jenis kuliner khas Lebak dipamerkan dalam festival tersebut.
Di antaranya terdapat jojorong, katimus, bajigur, es kelapa muda, opak, papais, dan sejumlah makanan tradisional lainnya. Setiap stan menawarkan cita rasa khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Salah satu kuliner yang paling banyak diminati adalah jojorong. Makanan berbahan dasar tepung beras dan gula merah itu dikenal memiliki rasa manis yang khas serta tekstur lembut.
Jojorong juga memiliki nilai sejarah karena disebut sebagai salah satu makanan favorit Bung Karno saat berada di Lebak. Selain itu, jojorong telah masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda Kabupaten Lebak.
Tingginya jumlah pengunjung menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap kuliner tradisional yang ditampilkan dalam festival tersebut. Banyak pengunjung mengaku baru mengetahui keberagaman makanan khas Lebak setelah datang ke Festival Kuliner Mustikarasa.
Salah seorang pengunjung, Asep, warga Bogor yang bekerja di Kabupaten Lebak, mengaku terkesan dengan banyaknya pilihan kuliner tradisional yang tersedia. “Dari festival ini saya jadi mengetahui banyak jenis kuliner tradisional khas Lebak yang sebelumnya belum pernah saya kenal. Rasanya juga unik dan berbeda dengan makanan dari daerah lain,” kata Asep.
Meski demikian, Asep menilai antusiasme warga luar daerah justru terlihat lebih tinggi dibandingkan masyarakat lokal. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan menampilkan lebih banyak kuliner asli Kabupaten Lebak.
“Saya berharap Festival Kuliner Mustikarasa bisa menjadi agenda tahunan dan semakin banyak kuliner khas Lebak yang ditampilkan sehingga masyarakat semakin mengenal kekayaan budaya daerah ini,” ucapnya.
Festival Kuliner Mustikarasa diharapkan menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan kuliner tradisional Lebak sekaligus mendorong pelestarian warisan budaya daerah kepada generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....